Love

Tuesday, April 17, 2007

Puisi Untuk Bunda

Selamat Ulang Tahun Bunda
: 14-04-2007



Dalam sepanjang perjalanan hidupmu
Selaksa harapan seribu doa
Mengayuh mimpi indah bersama
Tuk mengarungi separuh pengorbanan

Pengorbananmu begitu berarti
Menyongsong hari demi hari
Yang dilalui bersama kami
Dalam kebahagiaan yang terpatri

Kebahagiaanmu adalah harapanku
Kehangatan cintamu adalah selimutku
Bagai penopang dalam kehidupanku
Melindungi dalam kejaran waktu

Selamat Ulang Tahun, Bunda
Kutau cintamu sedalam lautan
Pengorbananmu pun tak pernah pudar
Dalam limpahan rahmat dan ridho-Nya

Duhai Bunda ..
Maafkan segala kesalahanku
Jerih payahmu tak tertandingi
Membuat ku selalu ingin seperti Bunda

Duhai Bunda..
Doaku selalu menyertaimu
Terima kasih atas segala panduanmu
Hidupku begitu berarti karenamu

Semoga Allah SWT selalu melindungimu
Dan segala impianmu terwujud atas kehendak-Nya
Kasih sayangku untukmu selalu
Walau tak terlukiskan, namun selalu tercipta untukmu

Selamat Ulang Tahun, Bunda.

Ely K.
14 April 2007

Note:
Saat Saffa lahir dan pulang ke rumah menjelang Idul Fitri 1427 H.
Bunda bilang.. “Alhamdulillah.. Bunda adalah orang yang paling bahagia sedunia, dapet anugerah cucu tercinta”
Saat itu akupun berucah lirih.. “Alhamdulillah Bunda, akhirnya aku bisa membahagiakanmu dengan kehadiran seorang cucu untuk Ayah dan Bunda”.
Kata-kata Bunda dan Ayah saat itu, begitupun kebahagiaan yang kalian rasakan bagaikan kesejukan yang tak kan pernah kulupakan.
Terimakasih Ayah dan Bunda atas pengorbananmu selama ini.
Kasih dan sayang selalu tercurah untuk kalian.



Beberapa Puisi untuk Bunda..

= Untuk Bunda tercinta =

Teruntuk kasih hatiku yang slalu kurindu
Kuingin menghiasi mimpi bersamamu
Melepaskan segala keresahan dalam jiwa
Dalam bimbingan dan belaian bunda tercinta

Kala menatap wajahmu nan lembut
Kuingin kau tau selalu dihati
Ingin kurengkuh semua harapan
Disetiap desah nafas panjangmu

Dalam tidur menggapai mimpi
Kulihat kau tersenyum penuh kedamaian
Menyisakan gelora dihati
Tuk selalu membuatmu bahagia

Wahai bunda tercintaku
Yang selalu menemani dalam malamku

Setiap alunan doa yang kau panjatkan
Kutau kau tujukan untukku
Setiap derai tangismu
Kutau kau mengkhawatirkanku

Dalam dekapan kuingin berbagi
Dalam tatapan kuingin menghargai
Dalam setiap doa kuingin berharap
Dalam kebahagiaan kuingin kau menyertaiku

By: Ely
May ‘04


BUNDA

Ceritakan padaku Bunda…!
Kalimat yang senantiasa tercipta
Merajuk merayu mengharapkan kehangatan
Dalam permintaan seorang anak kecil

Tubuh mungil nan menawan
Sepasang mata yang berkilauan
Menggelayut mesra dalam pangkuan
Seolah menyapa dalam senyuman

Seperti itukah masa kecilku, Bunda?
Dalam dekapanmu sepanjang malam
Dalam kehangatan pelukanmu setiap saat
Menantikan dongengmu di dalam tidur

Saat inipun.. masih kurasakan hangatmu
Masih terpancar pengorbanan yang tiada henti
Sanggupkah aku seperti Bunda?
Melayani peri kecil kehidupanku kelak


Prod, Ely K
August 2003

Wednesday, April 04, 2007

GERBANG PERNIKAHAN (30-03-07)

: My Brother–Anno


Gerbang Pernikahan adalah sebuah peristiwa besar dalam kehidupan setiap manusia.

Pernikahan adalah karunia, yang dengan seijin Allah semua yang telah direncanakan akan terlaksana dengan baik dan lancar. Skenario Allah yang terindah telah digariskan untukmu, semoga engkau dapat mengayuh bahtera kehidupanmu dengan sebaik-baiknya.
Mungkin saat ini kau belum merasakan hikmah yang akan didapat setelah menikah, namun yakinlah bahwa Allah tidak akan salah memberikan seseorang yang terbaik untuk mendampingi manakala keinginan dan niat bersatu dalam balutan keimanan dan ketakwaan hanya pada Allah.
Ingatlah janji saat akad telah tercipta, begitu banyak pasang mata turut menyaksikan kebahagiaan dua insan yang bersatu, bahkan malaikatpun turut serta menyaksikan kesakralan sebuah pernikahan.


Saat prosesi siraman (29 Maret 2007)


Resepsi Pernikahan di Puri Agung Hotel Sahid (31 Maret 2007)

Untuk adikku berjuanglah, amanah telah ada di pundakmu. Bimbinglah dengan sungguh-sungguh istrimu agar menjadi istri solehah untuk teladan bagi anak-anakmu kelak. Jangan lupa untuk terus belajar menjadi seorang pemimpin dalam keluarga, seorang suami yang soleh sekaligus ayah yang dapat dibanggakan bagi anak-anakmu kelak.

Jangan pernah melihat kebelakang, saat ini kehidupanmu adalah masa depanmu.
Kuatkan kakimu untuk selalu melangkah dalam kebaikan.
Ingatlah.. bahwa engkau telah memberikan kebahagiaan bagi orang tua kita. Ayah, bunda.. yang telah mendampingimu disinggasana pernikahanmu.

Hidup adalah perjuangan.. begitupun aku, yang masih selalu belajar bagaimana untuk menjadi seorang istri solehah dihadapan suami tercinta. Dan menjadi seorang ibu yang dapat memberikan contoh teladan yang baik bagi anak-anakku tercinta.

Untuk Bang Holis – my dear husband dan Saffa – anakku tercinta..
Semoga kelak kau dapat menjadi pelita di kegelapanku, pesona indah dibinar mataku dan selalu menjadi inspirasi di kehidupanku. Cinta dan sayang selalu tercurah untuk kalian.


Ely K.
03 April 2007