Hari ini adalah hari ke 29 Ramadhan 1436 H, yang bertepatan dengan hari terakhir berpuasa dan semalam adalah tarawih terakhir.
Sedih.. karena Ramadhan akan meninggalkan kita, mungkinkah masih dipertemukan dengan Ramadhan di tahun-tahun mendatang?
Sedih.. karena merasa ibadah di bulan mulia ini masih belum maksimal.
Sedih.. karena belum tentu Ramadhan berikutnya masih berkumpul dengan ibundaku, karena satu dan lain hal tentunya akan berbeda saat kami pindah di Bogor nanti.
Sedih selalu dirasa jika kita memaknai kata 'terakhir' karena akan berujung pada kata 'perpisahan'.
Namun apapun itu harus selalu disyukuri dan dijalani dengan penuh semangat dan istiqomah.
Alhamdulillah insya Allah anak-anakku, Saffa dan Filza menjalani puasa 'full' tahun ini, tidak ada yang 'bolong'. Itu artinya peningkatan ibadah untuk mereka tahun ini lebih baik. Sedangkan aku diawal-awal puasa sempat sakit dan datang bulan, jadi jumlah yang bolongnya banyak.
Alhamdulillah juga anak-anak diberi kesehatan dan kami masih bisa diberi kesempatan untuk menjalani i'tikaf di mesjid At Tin pada malam ke 23 Ramadhan kemarin.
Berikut ini foto-fotonya:
Anak-anak selalu senang dan semangat jika mau i'tikaf, dan lagi-lagi kami memilih mesjid At Tin karena berbagai alasan, yaitu:
1. Lokasi dekat dari rumah kami di daerah Cijantung dan mesjid di daerah Taman Mini, Jakarta Timur.
2. Tempat yang nyaman untuk beri'tikaf, apalagi bersama keluarga karena pelataran yang luas membuat anak-anak bebas bergerak dan bermain ataupun aktifitas lainnya.
3. Ruang sholat dan ruang untuk tidur terpisah, karena mesjidnya terletak diatas, sedangkan dibawah pelataran yang bersih tempat kami meletakkan kasur lipat ataupun karpet untuk alas tidur.
4. Toilet yang bersih, banyak dan luas sehingga memudahkan kami untuk berwudhu maupun mandi, bak, dll.
Kami mulai i'tikaf dari jam 11 siang hingga setelah sholat subuh esok harinya.
Jadi kami menjalani buka puasa, sholat tarawih, kajian malam, sholat qiyamulail, sahur sampai sholat subuh berjama'ah disana.
Semoga pengalaman ini yang akan selalu kami nantikan dan kami rindukan saat bulan Ramadhan tiba.
Dan semoga disepuluh hari terakhir Ramadhan kemarin, ibadah kami diterima oleh Allah SWT. Dan dipertemukan dengan Lailatul Qodar, yaitu malam seribu bulan yang selalu didambakan oleh umat muslim diseluruh dunia. Aamiin Yaa Rabbal Alamiin.
Ely K.
= 29 Ramadhan 1436 H =
Thursday, July 16, 2015
Wednesday, June 24, 2015
Welcome Ramadhan Penuh Berkah..
Alhamdulillah masih dipertemukan dengan bulan mulia Ramadhan 1436H ini. Yang awalnya jatuh pada tanggal 18 Juni 2015, hari Kamis.
Sekarang sudah memasuki hari ke 7 Ramadhan. Alhamdulillah segalanya masih diberi kemudahan dan kelancaran oleh Allah dalam menjalaninya, terutama bersama anak-anak.
Ini memasuki tahun ke 5 buat Saffa dan tahun ke 3 buat Filza dalam menjalani puasa.
Mudah-mudahan selalu diberi kesehatan dan kelancaran dalam menjalani puasa kali ini, serta diberi kemudahan dalam menjalankan aktifitas ibadah-ibadah lainnya. Aamiin Yaa Rabbal Alamiin..
Semoga juga setiap waktu kita yang tersisa ini selalu bernilai ibadah dan diridhoi oleh Allah. Aamiin.
Monday, December 23, 2013
Happy Mother's Day
Saat hari ibu,aku tidak tau ingin membeli hadiah apa untuk mamaku.Lagi pula aku tidak mempunyai uang untuk membeli hadiah.Karena aku bingung,akhirnya aku membuat sebuah surat. suratnya seperti ini =
Dear : Mama
Mama, selamat hari ibu ya Ma...
Terima kasih sudah menjaga Ayu ya...
I LOVE U MOM... :*
Take Care..
Muachhhhhhh......... :*
HAPPY MOTHER'S DAY.... :)
adikku Filza juga membuat sebuah surat ucapan Hari Ibu. seperti ini =
Dear : Mama
Selamat Hari Ibu ya Ma...
Kasih sayang Mama tidak akan Dede lupakan... :*
I LOVE YOU MA... :*
HAPPY MOTHER'S DAY... :)
seperti itu aku dan filza membuat sebuah kartu ucapan... SO SWEET YA... :D
Oh iya, aku sering sekali membuat kartu ucapan. untuk Mama,Papa,Om Anno, Bunda, dan masih banyak lagi deh... ;)
tapi, yang sering aku kasih surat adalah Mama dan Papaku.. :P kan mereka orang tuaku yang Paling kece-kece sedunia.. :D
Ini Kartu - Kartu Ucapan Dari Saffa :
by : Saffa Indah Ramadhani
Dear : Mama
Mama, selamat hari ibu ya Ma...
Terima kasih sudah menjaga Ayu ya...
I LOVE U MOM... :*
Take Care..
Muachhhhhhh......... :*
HAPPY MOTHER'S DAY.... :)
adikku Filza juga membuat sebuah surat ucapan Hari Ibu. seperti ini =
Dear : Mama
Selamat Hari Ibu ya Ma...
Kasih sayang Mama tidak akan Dede lupakan... :*
I LOVE YOU MA... :*
HAPPY MOTHER'S DAY... :)
seperti itu aku dan filza membuat sebuah kartu ucapan... SO SWEET YA... :D
Oh iya, aku sering sekali membuat kartu ucapan. untuk Mama,Papa,Om Anno, Bunda, dan masih banyak lagi deh... ;)
tapi, yang sering aku kasih surat adalah Mama dan Papaku.. :P kan mereka orang tuaku yang Paling kece-kece sedunia.. :D
Ini Kartu - Kartu Ucapan Dari Saffa :
by : Saffa Indah Ramadhani
Thursday, October 31, 2013
Thursday, October 17, 2013
Kelahiran Muhammadku
40 hari sudah, sejak kelahiran putera ketigaku yang diberi nama Muhammad Faeyza Nurcholis. Nama yang telah dipersiapkan sejak 7 tahun yang lalu, saat hamil anak pertama. Sengaja kami siapkan nama anak perempuan dan laki-laki, tapi berhubung anak pertama dan anak kedua perempuan, maka kami simpan nama tersebut. Dan Alhamdulillah, sekarang saatnya nama anak laki-laki tersebut bisa dipakai :-).
Entah kenapa kelahiran Muhammad kecilku ini terasa ‘susah-susah gampang’, dibilang susah karena terus terang sejak hamil aku agak ‘nervous’ karena: satu, usiaku sudah masa-masa rawan.. dua, di masa kehamilan kemarin agak sering terserang flu, batuk, bahkan asma.. tiga, dari mulai periksa sampai proses persalinan rencana di bidan. Tidak seperti dua kakaknya yang langsung ditangani oleh dokter di rumah sakit yang peralatannya lebih lengkap.
Tapi Alhamdulillah ‘ketakutanku’ semua tak terjadi dan terbayarkan saat proses persalinanku kali ini tergolong cepat, bisa normal tanpa alat bantu dan Alhamdulillah semua sesuai harapan.
Selama kehamilan ketiga ini, seperti kehamilan yang pertama dan kedua, tanpa rasa ngidam dan mual yang berlebih, Alhamdulillah berjalan lancar dan membahagiakan.
Yang berbeda adalah, dari awal kehamilan ketiga ini, aku sudah tidak bekerja kantoran lagi, kerjaanku yang sekarang sehari-hari sebagai ibu rumah tangga tapi masih terus beraktivitas mengantar jemput anak-anakku sekolah dan rutin mengikuti pengajian, ikut kepanitiaan untuk seminar parenting dengan mengendarai motor sampai usia kehamilanku 8 bulan. Alhamdulillah selalu diberikan kemudahan dan kelancaran.
Apalagi saat diberikan kemudahan menjalankan ibadah puasa Ramadhan full, bisa khatam Al Qur’an, mengikuti I’tikaf di masjid At Tiin bersama anak-anak, taraweh dan ibadah-ibadah sunnah lainnya. Terasa nikmat dan semangat saja menjalankannya, karena sudah lebih mengerti makna ibadah selama masa kehamilan. Sering memperdengarkan lantunan ayat suci kepada janin pada masa kehamilan juga akan berpengaruh terhadap kecerdasan anak saat dilahirkan nanti. Insya Allah, aamiin. Mudah-mudahan berharap seperti itu, Yaa Rabb.
Detik-detik persalinan
Menurut perhitungan bidan, persalinan kemungkinan diawal-awal bulan September, yaitu sekitar tanggal 3 atau 4, bahkan bisa lebih cepat. Di akhir-akhir bulan Agustus, aku sudah mulai mengurangi aktivitasku, apalagi dengan mengendarai motor. Lebih banyak aktivitas di rumah saja dan mulai sering jalan-jalan pagi untuk mempermudah persalinan.
Sampai pada tanggal 4 September, yang bertepatan juga dengan tanggal kelahiran alm. Ayahandaku, tanda-tanda persalinan masih belum ada. Mulai ada rasa resah, gelisah sekaligus penasaran dan khawatir berat badan sang bayi akan terus membesar, sementara aku berharap sekali dapat melahirkan secara normal.
Pada tanggal 5 September 2013, saat suamiku juga libur kerja. Setelah sholat Isya, sekitar pukul 7.30 mulai terasa mules di perut, dan itu berlanjut semakin sering. Sekitar pukul 10 malam, aku ke kamar mandi, ternyata sudah keluar flek dan mules sudah 5 menit sekali. Kami putuskan untuk menelpon bidan dan pergi ke klinik pukul 10.30 berdua saja dengan suamiku. Setelah periksa dalam, ternyata sudah bukaan 5 dan sudah pecah air ketuban. Dan air ketubannya sudah berwarna hijau, berarti sang bayi sudah ‘bab’ di dalam perut, akhirnya masih menunggu bukaan penuh, dan pindah ke ruang persalinan. Sekitar pukul 11, sudah bukaan 8, selama menunggu bukaan penuh itulah mules di perut semakin hebat dan rasanya sudah tak tertahankan lagi saat mulai terasa ingin ‘bab’. Mulailah proses persalinan tiba, dengan sekuat tenaga aku mengejan dan sempat berhenti saat kepala bayi sudah keluar sedikit, beruntunglah suamiku selalu memberi dorongan semangat untukku, kata-katanya “Ayo, ma.. sedikit lagi, kepala bayinya sudah keluar, kasihan nanti dedenya. Ayo sekali lagi..!” dengan bantuan instruksi dari bidan juga akhirnya aku menghirup nafas panjang dan berusaha mengejan untuk mendorong sang bayi, akhirnya sang bayi keluar daaan.. Alhamdulillah langsung lega, apalagi saat diberitahu jenis kelaminnya laki-laki. Rasa syukur yang tak terhingga kami panjatkan, berulang kali kami mengucapkan “Alhamdulillah” dan “Subhanallah”. Terlahirlah sang bayi pada pukul 00.25 dan sudah memasuki hari Jum’at, tanggal 6 September 2013 / 30 syawal 1434 H. Berat Lahir: 3.6 kg dan Panjang: 52 cm.
Tak terasa di malam Jum’at aku berjuang hidup dan mati, dan pada hari Jum’at yang penuh berkah, aku dikaruniakan bayi laki-laki yang insya Allah soleh dan sukses dunia-akhirat. Aamiin.
Bersama kakak Filza dan Ayu Saffa
Sesuai namanya, kuberi nama ‘Muhammad Faeyza Nurcholis’ yang artinya Muhammad yang sukses berjaya untuk dunia dan akhiratnya, sedangkan Nurcholis dari nama papanya. Panggilannya Muhammad saja, untuk mengingatkanku agar selalu bersolawat dan mencintai Allah dan Rasulnya, nabi Muhammad melebihi apapun. Insya Allah.. Aamiin.
Muhammadku.. jagoan kecilku
Semoga saja doa orangtua untuk anaknya termasuk orang yang didoakan oleh malaikat. Aamiin.
Monday, August 05, 2013
Anugerah dan nikmat di bulan Ramadhan
Alhamdulillah kuucapkan syukur yang tak terkira ternyata aku masih diberikan titipan berupa ‘anugerah yang tak disangka-sangka, yaitu kehamilan anakku yang ketiga.
Bahagia rasanya tatkala bisa merasakan dan diberikan kesempatan untuk mengandung buah cinta lagi, karunia dari Allah SWT.
Semoga kami dapat menjaga amanah berupa anak-anak soleh dan solehah yang telah dititipkan kepada kami dengan baik, yaitu merawat, membimbing dan mendidik sampai akhir hidup kami kelak. Semoga Allah selalu memberikan kemudahan di segala urusan kami, mencukupkan rezeki yang berkah kepada kami, dan memberikan kesehatan yang sempurna kepada kami. Aamiin.
Alhamdulillah juga kami masih bisa dipertemukan dengan bulan suci Ramadhan 1434 H, bulan yang penuh rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka. Dimana di sepuluh hari terakhir ramadhan ada malam ‘Lailatul Qodar’, yaitu malam seribu bulan yang penuh keberkahan, malam saat para malaikat turun ke bumi sampai terbit fajar.
Saat yang tepat untuk setiap orang berlomba-lomba beribadah di malam ‘Lailatul Qodar’ tersebut. Biasanya digunakan untuk beri’tikaf di masjid-masjid, apalagi saat malam-malam ganjil.
Alhamdulillah kami juga diberi kesempatan untuk memberikan pelajaran kepada anak-anak untuk beri’tikaf di masjid At Tin pada tanggal 1 Agustus 2013 (23 Ramadhan 1434 H) dari mulai pukul 11 siang sampai jam 2.00 dini hari (24 Ramadhan 1434 H).
Saffa, Filza dan kak Shela terlihat antusias dan menikmati saat-saat I’tikaf di masjid. Sambil menunggu waktu berbuka saat Maghrib, waktunya diisi dengan membaca buku, bermain congklak, main ipod dan berfoto-foto dipelataran masjid. Alhamdulillah bisa sholat berjamaah 5 waktu, sholat taraweh dan sholat witir.
Tidak terasa saat waktu berbuka puasa, kami beli minuman dipelataran masjid dan memesan hoka-hoka bento delivery service. Alhamdulillah anak-anak senang dan ingin segera beri’tikaf lagi insya Allah.
Ramadhan kali ini terasa penuh berkah dan penuh makna pada keluarga kami, Saffa yang memang sudah dari tahun kemarin berpuasa Full sebulan penuh, saat ini menjalani puasanya dengan ‘enjoy’, tidak mengeluh haus dan lapar lagi dan juga bisa menjalankan sholat 5 waktu dan sholat taraweh dengan mudah, memang belum sempurna dan masih ada beberapa yg bolong sholatnya, tapi sudah lebih teratur dari biasanya.
Begitu juga dengan si kecil Filza, Alhamdulillah diusianya yang 4.5 tahun, sudah bisa menjalankan puasa full sampai Maghrib (cuma 3 hari tidak puasa karena sakit, 4 hari setengah hari), mudah-mudahan bsia full sampai akhir Ramadhan ini, juga sudah mulai terbiasa menjalankan sholat 5 waktu dan taraweh bersama kakak-kakaknya.
Betapa besar kenikmatan yang telah Allah berikan kepada kami, berupa anak-anak solehah, insya Allah.
Dan aku bahagia memiliki mereka, sebagai amanah untuk kami. Semoga kami bisa istiqomah mendidik dan menanamkan nilai-nilai agama kepada mereka sejak dini. Aamiin.
Semoga Ramadhan yang tinggal 3 hari lagi kami bisa memaksimalkan ibadah dengan lebih baik lagi dan selalu istiqomah sepanjang waktu. Dan semoga kami dapat dipertemukan lagi dengan Ramadhan berikutnya dan dapat menjalankan ibadah dengan lebih baik lagi bersama suami dan anak-anak tercinta. Aamiin Ya Rabbal Alamiin..
*Foto saat-saat I’tikaf di masjid At Tiin*
Berfoto didepan Pohon Tin
Mengisi waktu dengan baca buku
Bermain bersama dede kecil yang juga ikut i'tikaf
Waktunya istirahat setelah sholat taraweh
"We will miss u Ramadhan".. Semoga dapat berjumpa dengan Ramadhan tahun depan dan dimudahkan untuk beri'tikaf lagi. Aamiin..
Menikmati saat-saat i'tikaf dengan tilawah dan membaca buku :-)
# Di penghujung Ramadhan #
05 Agustus 2013 / 27 Ramadhan 1434 H
Bahagia rasanya tatkala bisa merasakan dan diberikan kesempatan untuk mengandung buah cinta lagi, karunia dari Allah SWT.
Semoga kami dapat menjaga amanah berupa anak-anak soleh dan solehah yang telah dititipkan kepada kami dengan baik, yaitu merawat, membimbing dan mendidik sampai akhir hidup kami kelak. Semoga Allah selalu memberikan kemudahan di segala urusan kami, mencukupkan rezeki yang berkah kepada kami, dan memberikan kesehatan yang sempurna kepada kami. Aamiin.
Alhamdulillah juga kami masih bisa dipertemukan dengan bulan suci Ramadhan 1434 H, bulan yang penuh rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka. Dimana di sepuluh hari terakhir ramadhan ada malam ‘Lailatul Qodar’, yaitu malam seribu bulan yang penuh keberkahan, malam saat para malaikat turun ke bumi sampai terbit fajar.
Saat yang tepat untuk setiap orang berlomba-lomba beribadah di malam ‘Lailatul Qodar’ tersebut. Biasanya digunakan untuk beri’tikaf di masjid-masjid, apalagi saat malam-malam ganjil.
Alhamdulillah kami juga diberi kesempatan untuk memberikan pelajaran kepada anak-anak untuk beri’tikaf di masjid At Tin pada tanggal 1 Agustus 2013 (23 Ramadhan 1434 H) dari mulai pukul 11 siang sampai jam 2.00 dini hari (24 Ramadhan 1434 H).
Saffa, Filza dan kak Shela terlihat antusias dan menikmati saat-saat I’tikaf di masjid. Sambil menunggu waktu berbuka saat Maghrib, waktunya diisi dengan membaca buku, bermain congklak, main ipod dan berfoto-foto dipelataran masjid. Alhamdulillah bisa sholat berjamaah 5 waktu, sholat taraweh dan sholat witir.
Tidak terasa saat waktu berbuka puasa, kami beli minuman dipelataran masjid dan memesan hoka-hoka bento delivery service. Alhamdulillah anak-anak senang dan ingin segera beri’tikaf lagi insya Allah.
Ramadhan kali ini terasa penuh berkah dan penuh makna pada keluarga kami, Saffa yang memang sudah dari tahun kemarin berpuasa Full sebulan penuh, saat ini menjalani puasanya dengan ‘enjoy’, tidak mengeluh haus dan lapar lagi dan juga bisa menjalankan sholat 5 waktu dan sholat taraweh dengan mudah, memang belum sempurna dan masih ada beberapa yg bolong sholatnya, tapi sudah lebih teratur dari biasanya.
Begitu juga dengan si kecil Filza, Alhamdulillah diusianya yang 4.5 tahun, sudah bisa menjalankan puasa full sampai Maghrib (cuma 3 hari tidak puasa karena sakit, 4 hari setengah hari), mudah-mudahan bsia full sampai akhir Ramadhan ini, juga sudah mulai terbiasa menjalankan sholat 5 waktu dan taraweh bersama kakak-kakaknya.
Betapa besar kenikmatan yang telah Allah berikan kepada kami, berupa anak-anak solehah, insya Allah.
Dan aku bahagia memiliki mereka, sebagai amanah untuk kami. Semoga kami bisa istiqomah mendidik dan menanamkan nilai-nilai agama kepada mereka sejak dini. Aamiin.
Semoga Ramadhan yang tinggal 3 hari lagi kami bisa memaksimalkan ibadah dengan lebih baik lagi dan selalu istiqomah sepanjang waktu. Dan semoga kami dapat dipertemukan lagi dengan Ramadhan berikutnya dan dapat menjalankan ibadah dengan lebih baik lagi bersama suami dan anak-anak tercinta. Aamiin Ya Rabbal Alamiin..
*Foto saat-saat I’tikaf di masjid At Tiin*
Berfoto didepan Pohon Tin
Mengisi waktu dengan baca buku
Bermain bersama dede kecil yang juga ikut i'tikaf
Waktunya istirahat setelah sholat taraweh
"We will miss u Ramadhan".. Semoga dapat berjumpa dengan Ramadhan tahun depan dan dimudahkan untuk beri'tikaf lagi. Aamiin..
Menikmati saat-saat i'tikaf dengan tilawah dan membaca buku :-)
# Di penghujung Ramadhan #
05 Agustus 2013 / 27 Ramadhan 1434 H
Wednesday, December 26, 2012
Makna Hari Ibu..
Hari Ibu memang sudah lewat, tapi kesannya masih terasa sampai hari ini. Kenapa..? Karena aku baru merasa bagaimana sebuah kesan bisa sampai terhadap oranglain, bila kita mengucapkannya.. ya! Dan aku belajar dari anakku, Saffa. Betapa 'tangan-tangan' mungilnya mampu menuliskan apa yang ada di 'hati' dan 'pikirannya'.
Ternyata momen hari Ibu adalah momen dimana Saffa sudah lebih mengerti 'makna' hari ibu tersebut. Bahagiiaaa.. rasanya, saat anak-anak kita mampu menghargai peran kita sebagai ibu.
Ini surat dari Saffa..
Akupun sebagai anak.. Ingiin rasanya bisa membahagiakan ibundaku tercinta.
Semoga Allah dapat memberiku kesempatan untuk bisa pergi umroh sekeluarga bersama ibundaku. Aamiin Ya Rabb..
Balik lagi soal menulis surat, akupun ingin rasa terimakasiku lebih berkesan, makanya aku balas surat untuk Saffa :-)
oh iya, tidak hanya surat ternyata mereka membelikanku kado special dari hasil tabungannya lho. Subhanallah.. Anak-anak solehah yang lucuu.. he he.
Terimakasih anak-anak terhebatku, Saffa, Filza dan juga kak Shela yang dengan kreatif membuat dan 'mendesign' acara hari ibu lebih bermakna..
Kalian hebat!! I Love U all.. Mama cinta kalian karena Allah.. mmmmmuuuuaaahh.
Take care my Princess.. :-)
Sunday, November 04, 2012
Belajar Istiqomah
Sudah sekian lama vakum nulis dan ngeblog, mulai terasa kangen dengan kegiatan ketik mengetik ini. Sebenarnya banyak yang ingin dishare, banyak yang ingin dibagi dari berbagai pengalaman yang aku alami beberapa bulan ini, tapi pada kenyataannya sering cuma terpikir dan akhirnya hilang berlalu begitu saja..
Duhh, begitu banyak waktu yang sering terbuang percuma, betapa banyak pekerjaan yang sering terbengkalai dengan penyakit malas ini. Mudah-mudahan di hari-hari berikutnya sifat malas ini dapat dibuang jauh-jauh. “Ya Allah.. Jauhkan kami dari sifat malas yang berbahaya ini. Semoga kami senantiasa diberi keistiqomahan dalam segala hal yang bersifat kebaikan dan bernilai ibadah. Aamiin.”
Bulan ramadhan baru saja berlalu dan sekarang masih memasuki bulan dzulhijjah, bulan yang seharusnya mempunyai peningkatan dalam hal ibadah, amal kebaikan maupun sosialisasi. Malu rasanya jika melihat catatan pencapaian target yang masih sering luput. “Astaghfirullah, permudahkanlah segala urusan kami, Ya Rabb..!”
Saat ini aku ingin sekali mempunyai target hafalan surat Al Qur’an untuk keluarga kami. Alhamdulillah nikmat yang telah Allah berikan berupa anak-anak yang insya Allah salihah kepada kami. Yang benar-benar mempunyai semangat dan energi untuk menerima segala peraturan yang kami buat dalam keluarga kami.
Contohnya Saffa, dibulan ramadhan kemaren berhasil menjalankan ibadah puasa full dari subuh sampai maghrib. Subhanallah, ada rasa haru sekaligus bahagia yang tak terkira, ketika menyaksikan anak yang baru belajar berpuasa, tetapi bisa menjalankan puasa dengan penuh semangat dan bertanggungjawab.
Saat ini kami sedang berusaha semaksimal mungkin, terutama untukku sendiri agar bisa konsisten menjalankan target ini dengan baik. Yaitu, menghafalkan surat Al Baqarah ayat per ayat bersama anak-anak. Saffa, Seilla dan si kecil Filza. Dan Alhamdulillah, sudah ada hasilnya. Mudah-mudahan bisa mencapai target yang diharapkan dan diberi keistiqomahan pada kami semua. Semoga Allah memberi kemudahan dan kelancaran untuk kami dalam menghafal Al Qur’an ini, Yaa Rabb.. Aamiin.
Saturday, February 04, 2012
Surat Untuk Buah Hati
Untuk anak-anakku Saffa dan Filza yang insya Allah shalihah.. Jadilah selalu kalian anak-anak yang manis, yang mandiri, penuh tanggung jawab, dan selalu disiplin. Manfaatkanlah waktu kalian untuk selalu bernilai ibadah. Jadilah kalian anak-anak sebagai penyejuk hati (qurrata ‘ayun) bagi orangtua. Maafkan mama yang belum sempurna mendidik dan merawat kalian. Kadang masih banyak kekhilafan yang dilakukan, tapi semua itu sungguh adalah bentuk cinta kasih orangtua kepada anak-anaknya. Karena kasih sayang mama dan papa tulus karena Allah. Semoga Allah senantiasa melindungi dan menjagamu selalu di jalan kebenaran, jalan menuju cahaya terang, jalan yang akan membawamu ke surgaNya kelak. Aamiin.. Aamiin.. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.
~~~~~~~~~~~

Sungguh tak pernah luput diri ini dari kekhilafan-kekhilafan dari hal kecil sampai yang mungkin agak keterlaluan menurutku sendiri yang tak terhindarkan dari mendidik dan merawat anak-anakku. Seringkali pada akhirnya kesabaran demi kesabaran yang tertahan kadang tumpah juga pada akhirnya. Suka menghadiri acara parenting maupun pengajian, tidak juga membuat kesabaran semakin menebal, namun sedikit demi sedikit bisa membentengi diri mana yang baik, mana yang tidak baik. Mana yang harus dilakukan, mana yang tidak boleh dilakukan, walaupun terkadang masih ada sikap yang ‘kebablasan’ yang pada akhirnya terjadi penyesalan. Tapi insya Allah selalu dibarengi dengan ‘istighfar’ dan permohonan maaf yang penuh dramatis :-)

Doakan aku yaa.. Agar selalu bijak dalam bersikap dan bertutur kata, penuh kesabaran dan keikhlasan. Mungkin itu juga doa setiap orang. Semoga aku selalu diberi bimbingan oleh Allah SWT, berfikir positif dari setiap kejadian dan berlapang dada pada segala permasalahan. Aamiin..
~~~~~~~~~~~

Sungguh tak pernah luput diri ini dari kekhilafan-kekhilafan dari hal kecil sampai yang mungkin agak keterlaluan menurutku sendiri yang tak terhindarkan dari mendidik dan merawat anak-anakku. Seringkali pada akhirnya kesabaran demi kesabaran yang tertahan kadang tumpah juga pada akhirnya. Suka menghadiri acara parenting maupun pengajian, tidak juga membuat kesabaran semakin menebal, namun sedikit demi sedikit bisa membentengi diri mana yang baik, mana yang tidak baik. Mana yang harus dilakukan, mana yang tidak boleh dilakukan, walaupun terkadang masih ada sikap yang ‘kebablasan’ yang pada akhirnya terjadi penyesalan. Tapi insya Allah selalu dibarengi dengan ‘istighfar’ dan permohonan maaf yang penuh dramatis :-)

Doakan aku yaa.. Agar selalu bijak dalam bersikap dan bertutur kata, penuh kesabaran dan keikhlasan. Mungkin itu juga doa setiap orang. Semoga aku selalu diberi bimbingan oleh Allah SWT, berfikir positif dari setiap kejadian dan berlapang dada pada segala permasalahan. Aamiin..
Tuesday, January 24, 2012
Nasihat Untuk Orang Tua..
Dapat tulisan dari seorang teman.. Yang isinya sangat menggugah untuk dipelajari dan diamalkan, aku re-post sebagai pengingatku dikala terselip khilaf atas sikapku terhadap anak-anak.
_____________________________________________________
Ayah, Ibu…..
Ketahuilah, menjadi orangtua terbaik untuk anak-anak kita
bukanlah berarti kita diharapkan menjadi orangtua 'malaikat'
yang tak boleh kecewa, sedih, capek, pusing menghadapi anak.
Perasaan-perasaan negatif pada anak itu wajar,
bagaimana menyalurkannya hingga tak sampai menyakiti anak
itu yang menjadi fokus perhatian.
Artinya, ayah ibu,
sebenarnya kita masih tetap boleh sedih, kecewa pada anak,
tetapi kita sama sekali tak berhak untuk melukai
dan menyakiti anak-anak kita.
Ketahuilah, melotot, mengancam, membentak
dapat membuat hati anak terluka.
Apalagi, mencubit dan memukul tubuhnya.
Tubuhnya bisa kesakitan,
tapi yang lebih sakit sebenarnya apa yang ada dalam tubuhnya.
Ayah, Ibu…..
Karena kita bukan orangtua malaikat,
maka yakinlah anak kita pun bukan anak malaikat
yang langsung terampil berbuat kebaikan.
Mereka tengah belajar ayah,
mereka masih berproses Ibu.
Seperti belajar bersepeda,
kadang mereka terjatuh,
kadang mereka mengerang kesakitan ketika terjatuh.
Demikian juga dengan perilaku anak-anak kita,
mereka bereksplorasi,
mereka berproses,
mereka mengayuh kehidupan
untuk meraih kebaikan
dan menjadi manusia yang berperilaku baik.
Ketika mereka terjatuh saat belajar berperilaku,
sebagian kita lalu memvonisnya sebagai anak nakal,
padahal sebenarnya mereka belum terampil berbuat kebaikan.
Jika Ayah Ibu membimbing kebelumterampilan perbuatan baik anak
dengan cara yang baik.
Insya Allah kebelumterampilan berbuat baik mereka
akan terus tergerus dari kehidupan mereka.
Tetapi Ayah, Ibu,
jika kita menghadapi ketidakterampilan ini
dengan tekanan, ancaman, bentakan, cubitan, pelototan,
mereka akan semakin terpuruk ke arah keburukan.
Ayah Ibu….
Yakinlah, ketika seorang anak emosinya kepanasan:
nangis, marah yang terekspresikan dalam bentuk
yang mungkin dapat membuat orangtua jengkel,
siramlah ia dengan kesejukan.
Menyiram kayu yang terbakar dengan minyak panas
hanya membuat ia makin terbakar.
Ayah, Ibu…..
Yakinilah, sifat-sifat negatif anak
hanyalah bagian 'eksplorasi' untuk mencari cahaya kehidupan.
jika kita memahaminya sebagai sebuah bagian proses kehidupan,
insya Allah anak-anak kita akan akan menebar cahaya untuk kehidupan.
Karena itu ayah, ibu…,
jika kadang amarah dengan kejahilian memperlakukan anak
mampir lagi dalam hidup kita,
kamus yang benar adalah 'inila uji ketulusan'
bukan kegagalan,
terus belajar tentang kehidupan,
bukan tak berhasil dalam kehidupan.
Belajar, memburu ilmu,
adalah ikhtiar yang kita tuju,
karena sebagian kita ketika menikah
tidak disiapkan jadi orangtua.
Jadi, ayah ibu,
mari kita terus belajar,
meskipun telah jadi orangtua: belajar….jadi orangtua.
Andaikan keluarga kita kuat,
insya Allah anak-anak kita memiliki ketahanan mental
terhadap lingkungan yang gawat.
(Ihsan baihaqi)
_____________________________________________________
Ayah, Ibu…..
Ketahuilah, menjadi orangtua terbaik untuk anak-anak kita
bukanlah berarti kita diharapkan menjadi orangtua 'malaikat'
yang tak boleh kecewa, sedih, capek, pusing menghadapi anak.
Perasaan-perasaan negatif pada anak itu wajar,
bagaimana menyalurkannya hingga tak sampai menyakiti anak
itu yang menjadi fokus perhatian.
Artinya, ayah ibu,
sebenarnya kita masih tetap boleh sedih, kecewa pada anak,
tetapi kita sama sekali tak berhak untuk melukai
dan menyakiti anak-anak kita.
Ketahuilah, melotot, mengancam, membentak
dapat membuat hati anak terluka.
Apalagi, mencubit dan memukul tubuhnya.
Tubuhnya bisa kesakitan,
tapi yang lebih sakit sebenarnya apa yang ada dalam tubuhnya.
Ayah, Ibu…..
Karena kita bukan orangtua malaikat,
maka yakinlah anak kita pun bukan anak malaikat
yang langsung terampil berbuat kebaikan.
Mereka tengah belajar ayah,
mereka masih berproses Ibu.
Seperti belajar bersepeda,
kadang mereka terjatuh,
kadang mereka mengerang kesakitan ketika terjatuh.
Demikian juga dengan perilaku anak-anak kita,
mereka bereksplorasi,
mereka berproses,
mereka mengayuh kehidupan
untuk meraih kebaikan
dan menjadi manusia yang berperilaku baik.
Ketika mereka terjatuh saat belajar berperilaku,
sebagian kita lalu memvonisnya sebagai anak nakal,
padahal sebenarnya mereka belum terampil berbuat kebaikan.
Jika Ayah Ibu membimbing kebelumterampilan perbuatan baik anak
dengan cara yang baik.
Insya Allah kebelumterampilan berbuat baik mereka
akan terus tergerus dari kehidupan mereka.
Tetapi Ayah, Ibu,
jika kita menghadapi ketidakterampilan ini
dengan tekanan, ancaman, bentakan, cubitan, pelototan,
mereka akan semakin terpuruk ke arah keburukan.
Ayah Ibu….
Yakinlah, ketika seorang anak emosinya kepanasan:
nangis, marah yang terekspresikan dalam bentuk
yang mungkin dapat membuat orangtua jengkel,
siramlah ia dengan kesejukan.
Menyiram kayu yang terbakar dengan minyak panas
hanya membuat ia makin terbakar.
Ayah, Ibu…..
Yakinilah, sifat-sifat negatif anak
hanyalah bagian 'eksplorasi' untuk mencari cahaya kehidupan.
jika kita memahaminya sebagai sebuah bagian proses kehidupan,
insya Allah anak-anak kita akan akan menebar cahaya untuk kehidupan.
Karena itu ayah, ibu…,
jika kadang amarah dengan kejahilian memperlakukan anak
mampir lagi dalam hidup kita,
kamus yang benar adalah 'inila uji ketulusan'
bukan kegagalan,
terus belajar tentang kehidupan,
bukan tak berhasil dalam kehidupan.
Belajar, memburu ilmu,
adalah ikhtiar yang kita tuju,
karena sebagian kita ketika menikah
tidak disiapkan jadi orangtua.
Jadi, ayah ibu,
mari kita terus belajar,
meskipun telah jadi orangtua: belajar….jadi orangtua.
Andaikan keluarga kita kuat,
insya Allah anak-anak kita memiliki ketahanan mental
terhadap lingkungan yang gawat.
(Ihsan baihaqi)
Wednesday, January 04, 2012
ROSES FOR MOM
Sekarang ini Saffa sedang antusias-antusiasnya belajar menggambar, menulis dan membaca. Alhamdulillah setelah memasuki TK B ini Saffa sudah mulai lancar membaca dan menulis. Hari-harinya tidak pernah terlewatkan untuk menuliskan sesuatu di white board yang sengaja digantung rendah, agar memudahkannya untuk menulis dan menggambar.
Aku juga mempersiapkan bermacam-macam lembar gambar untuk diwarnai, lembar belajar menulis huruf dan angka. Dari mulai huruf A sampai Z, disertai dengan gambar berdasarkan huruf abjad tersebut, begitu juga dengan angka.
Ada satu lembar yang bagian gambarnya terdapat beberapa bunga rose, judulnya ROSES FOR MOM. Sebenarnya pelajaran ini untuk memperingati mother’s day kemarin, tapi baru aku berikan pada Saffa untuk momen ‘resolusi pergantian tahun 2012 aja’ :-)
Jadi ada 7 tangakai bunga rose.. Setiap gambar bunga, ditengahnya dituliskan dengan ‘janji’ dari kesepakatan bersama, misalnya dituliskan: "Aku akan rajin belajar" atau "aku akan membereskan mainan", dsb. Lalu diwarnai dan diberikan pada mama. Jadi kalo Saffa mulai tidak tertib, akan ditunjukkan janji yang sudah dibuatnya :-)

Roses for Mom

Ada 7 'promise' Saffa
Ini beberapa janji yang Saffa buat:
• Aku akan membuang sampah pada tempatnya
• Aku akan bantu mencuci piring
• Aku akan nurut sama mama
• Aku akan sholat 5 waktu
• Setelah Maghrib aku akan belajar
• Aku akan membereskan mainan
• Aku tidak akan nonton yang jahat (khusus yang ini, karena banyak sinetron berperan antagonis)

Salah satu 'janji' Saffa
Yaah.. Sekalian belajar tertib, disiplin, komitmen, konsekuen dan bertanggungjawab atas apa yang dijanjikan. Let’s see.. Mudah-mudahan Saffa bisa menjalankan ‘janjinya dengan baik ya, nak. Insya Allah..
Good luck and Take care
Salah satu gambar Saffa

Asyiiknya mewarnai

Kartu dan puisi 'Hari Ibu 2011'

Gambar keluargaku
Aku juga mempersiapkan bermacam-macam lembar gambar untuk diwarnai, lembar belajar menulis huruf dan angka. Dari mulai huruf A sampai Z, disertai dengan gambar berdasarkan huruf abjad tersebut, begitu juga dengan angka.
Ada satu lembar yang bagian gambarnya terdapat beberapa bunga rose, judulnya ROSES FOR MOM. Sebenarnya pelajaran ini untuk memperingati mother’s day kemarin, tapi baru aku berikan pada Saffa untuk momen ‘resolusi pergantian tahun 2012 aja’ :-)
Jadi ada 7 tangakai bunga rose.. Setiap gambar bunga, ditengahnya dituliskan dengan ‘janji’ dari kesepakatan bersama, misalnya dituliskan: "Aku akan rajin belajar" atau "aku akan membereskan mainan", dsb. Lalu diwarnai dan diberikan pada mama. Jadi kalo Saffa mulai tidak tertib, akan ditunjukkan janji yang sudah dibuatnya :-)

Roses for Mom

Ada 7 'promise' Saffa
Ini beberapa janji yang Saffa buat:
• Aku akan membuang sampah pada tempatnya
• Aku akan bantu mencuci piring
• Aku akan nurut sama mama
• Aku akan sholat 5 waktu
• Setelah Maghrib aku akan belajar
• Aku akan membereskan mainan
• Aku tidak akan nonton yang jahat (khusus yang ini, karena banyak sinetron berperan antagonis)

Salah satu 'janji' Saffa
Yaah.. Sekalian belajar tertib, disiplin, komitmen, konsekuen dan bertanggungjawab atas apa yang dijanjikan. Let’s see.. Mudah-mudahan Saffa bisa menjalankan ‘janjinya dengan baik ya, nak. Insya Allah..
Good luck and Take care
Salah satu gambar Saffa

Asyiiknya mewarnai

Kartu dan puisi 'Hari Ibu 2011'

Gambar keluargaku
Monday, January 02, 2012
Pergantian Tahun
Alhamdulillah tahun 2011 sudah berganti menjadi tahun 2012, itu artinya kita masih diberi kesempatan untuk melewati pergantian tahun ini dengan sempurna. Tapi pertanyaannya sudahkah kita melewati waktu demi waktu, hari demi hari. Minggu demi minggu, bulan demi bulan ini dengan sempurna? Sudahkah kita memaksimalkan doa dan usaha kita untuk mengejar mimpi kita? Dan sudahkah ibadah kita mencapai target yang kita harapkan? Jika jawaban ya, pastilah sungguh beruntung. Tapi jika jawabannya tidak, masih ada ‘PR’ yang harus kita capai untuk target tahun depan.
Insya Allah untuk tahun kedepan kita bisa mencapai target yang sudah kita buat untuk memperbaiki hari-hari kemaren, waktu-waktu yang terbuang percuma, quality time bersama keluarga yang harus lebih banyak difokuskan, sambil bermain dan belajar. Pekerjaan-pekerjaan yang belum sempat dituntaskan, pembelajaran yang belum sempurna dijalankan, dan masih banyak lagi hal-hal yang harus diperbaiki untuk hari-hari kedepan.
Sedangkan hal-hal dan pencapaian yang telah dilalui di tahun 2011 adalah:
• Saffa sudah mulai bisa membaca dan menulis dengan lancar.
• Saffa dan Filza mulai menghafal doa dan surat pendek. (Harus lebih ditingkatkan hafalannya )
• Rutin mengikuti pengajian, khususnya untukku.
• Saffa sudah memasuki usia 5 tahun bln Oktober kemaren. Dan hadiahnya mengundang teman-teman TKnya untuk makan-makan di KFC, itupun tidak banyak yang diundang.

Bersama teman-temannya

Ibu-ibu TK Al-Biruni

Foto keluarga
Untuk sementara masih seputar kegiatan sekolah Saffa. Tapi insya Allah tahun depan masih banyak hal yang harus dicapai dan dipelajari bersama.
Semoga ditahun-tahun mendatang banyak hal dan target berupa amalan-amalan kebaikan yang selalu meningkat setiap waktu. Aamiin..
Selamat datang 2012, selamat tinggal 2011.
Insya Allah untuk tahun kedepan kita bisa mencapai target yang sudah kita buat untuk memperbaiki hari-hari kemaren, waktu-waktu yang terbuang percuma, quality time bersama keluarga yang harus lebih banyak difokuskan, sambil bermain dan belajar. Pekerjaan-pekerjaan yang belum sempat dituntaskan, pembelajaran yang belum sempurna dijalankan, dan masih banyak lagi hal-hal yang harus diperbaiki untuk hari-hari kedepan.
Sedangkan hal-hal dan pencapaian yang telah dilalui di tahun 2011 adalah:
• Saffa sudah mulai bisa membaca dan menulis dengan lancar.
• Saffa dan Filza mulai menghafal doa dan surat pendek. (Harus lebih ditingkatkan hafalannya )
• Rutin mengikuti pengajian, khususnya untukku.
• Saffa sudah memasuki usia 5 tahun bln Oktober kemaren. Dan hadiahnya mengundang teman-teman TKnya untuk makan-makan di KFC, itupun tidak banyak yang diundang.
Bersama teman-temannya
Ibu-ibu TK Al-Biruni
Foto keluarga
Untuk sementara masih seputar kegiatan sekolah Saffa. Tapi insya Allah tahun depan masih banyak hal yang harus dicapai dan dipelajari bersama.
Semoga ditahun-tahun mendatang banyak hal dan target berupa amalan-amalan kebaikan yang selalu meningkat setiap waktu. Aamiin..
Selamat datang 2012, selamat tinggal 2011.
Subscribe to:
Posts (Atom)







































