Love

Monday, May 10, 2010

Mengenang Kepergian Ayahanda Tercinta

Seminggu lagi tanggal 15 Mei 2010 nanti memasuki hari ke 40 kepergian ayahandaku tercinta.

Tiada habisnya kenangan indah dan kebahagiaan yang terajut saat-saat bersama berkeliling dalam memoriku.

Tiada habis kata-kata yang terangkai untuk menceritakan pengorbanan dan perjuangan ayah dalam mendidik dan membesarkan kami anak-anaknya.

Ayah, tiada lain yang bisa kami sampaikan selain doa yang tulus terucap dari kami anak-anakmu.

Semoga semua amal ibadahmu, amal kebaikanmu, semua pengorbanan dan perjuanganmu untuk keluarga dalam mendidik anak-anakmu diterima oleh Allah SWT.
Semoga segala kesalahan, kehilafan dan kealpaan dalam ibadah diampuni oleh Allah SWT, karena sebagai manusia biasa, pastilah ada dosa dan kehilafan semasa hidup.
Semoga sakit semasa hidup adalah penggugur dosa, karena Allah masih menyayangi hambanya yang tertimpa derita sakit.
Semoga Allah memberikan rahmat dan ampunanNya, mengasihi dan menyayangi ayah sebagaimana kau menyayangi kami diwaktu kecil.
Amin ya Rabb.. Amin ya Rabbal alamin.

Maafkan kami ayah yang dari kecil hingga sekarang masih selalu menyusahkanmu semasa kau hidup, masih terkadang berbuat sesuatu yang tak kau sukai, dan masih suka membuat kau tidak berkenan semasa hidup.

Ampuni kami ya Allah.. sungguh, kami sangat menyayangi dan mencintai kedua orangtua kami, kami masih sangat membutuhkan keberadaan mereka disisi kami.

Tapi hanya Allah yang maha tahu yang terbaik untuk hambanya.
Mungkin kepergian inilah yang terbaik untuk ayahandaku.

Disaat penderitaan sakit yang tak kunjung sembuh, disaat penyakit stroke yang ke tiga kalinya dialami, disaat makanan dan minuman sudah tak mampu ditelan, disaat kata-kata sudah tak mampu diucapkan, hanya tatapan, genggaman tangan dan rangkulan halus yang bisa dilakukan jika ada orang didekatnya. Dan hanya tetesan airmata yang membasahi pipi. Sungguh semua itu masih tergambar jelas dalam pikiran dan ingatanku yang tak kan terlupakan seumur hidupku.


Semoga kau ridho dan ikhlas menjalani semuanya semasa hidup, ayahku. Sungguh Allah tidak akan memberikan cobaan diluar batas kesanggupannya.

Alhamdulillah, ayah masih sempat mendampingi dan mengiringi ketiga anaknya menuju gerbang pernikahan.



Alhamdulillah, ayah masih sempat menimang dan bermain bersama cucu-cucunya tercinta.




Dan alhamdulillah, ayah masih sempat menjalankan ibadah rukun islam yang terakhir, yaitu menunaikan ibadah haji.




Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. 55: 61)

Sesungguhnya bila seseorang telah meninggal dunia, terputus untuknya pahala segala amal, kecuali dari tiga hal yang tetap kekal, yaitu:
Sadaqoh jariyah

Ilmu yang bermanfaat

Anak soleh yang senantiasa mendoakannya

(Hadist riwayat Imam Bukhari dan Muslim)

Insya Allah kami sebagai anak hanya bisa mendoakan di setiap sholat 5 waktu. Hanya itu yang dapat kami lakukan, semoga ayah mendapat tempat yang terbaik di sisi Allah SWT. Amin.

Selamat jalan ayah kami tercinta, semoga Allah selalu melindungimu dan melapangkan kuburmu. Menerangi kuburmu disaat gelap, menyejukkan kuburmu disaat panas, menghangatkan kuburmu disaat dingin, mengeringkan kuburmu disaat hujan dan senantiasa menjagamu setiap saat. Amin ya Robbal Alamin.
Tsumma ilaa ruhi khushuushan Bapak Dian Wirman bin Sanardja, Al-faatihah.
DIAN WIRMAN BIN SANARDJA
Lahir: Cilacap, 04- September- 1947
Wafat: Jakarta, 05- April- 2010 (20 Rabi’ul akhir 1431H - Hari Senin pon, pukul 10.00 pagi)
Ely
10-05-2010

Saturday, March 06, 2010

Satu Tahun Usiamu, honey..

Selamat Ulang Tahun yang pertama dede Filza..
Semoga sehat selalu, mendapat rahmat dan lindungan Allah SWT. Menjadi anak yang solehah, cerdas, bertaqwa, dan berbakti kepada kedua orangtua. Amin..



Tanggal 03-03-2010 kemaren adalah ulang tahun yang pertama buat Dede Filza, sama seperti ulang tahun Ayunya, cukup bikin nasi kuning untuk dibagikan ke tetangga-tetangga, kue dan snack untuk anak-anak kecil teman main Saffa. Malemnya baru acara tiup lilin bareng keluarga.

Filza terlihat senang dan selalu tepuk tangan bila dinyanyikan lagu selamat ulang tahun. Selalu tersenyum lucu dan seperti biasa ga bisa diam untuk duduk manis. Makanya kalo dede Filza difoto hasil gambarnya selalu ‘blur’ karena bergerak terus. Karena saat ini Filza lagi senang-senangnya belajar jalan, selalu berdiri sekaligus naik jika ada kursi kecil yang bisa dijangkaunya. Aktifitasnya luar biasa, makanya badannya sering sekali keringatan, apalagi daerah rambut dan kepalanya.


Alhamdulillah selalu sehat, kalaupun sakit, hanya sakit flu ataupun batuk.

Tapi untuk saat ini Filza benar-benar tak mau pisah dari aku.. ‘nempel terus kayak perangko’ sampai kadang aku benar-benar ga bisa ngapa-ngapain. Ditinggal sebentar.. nyariin, atau bahkan merengek nangis.. fiuhh, kadang gemas sekali.. ‘de de’.. kenapa sih honey..

Tapi mungkin pengaruh karena aku sudah tidak bekerja lagi.. full dirumah, jadi Filza tidak terbiasa jauh dari aku. Sampai kadang dengan Eyang bundanya juga tidak mau..
Mau ga mau tetap harus dinikmati dan disyukuri, Alhamdulillah anak-anak deket sekali dengan orangtuanya, daripada dekatnya dengan pembantu atau baby sitter. Masih memungkinkan jika dekat dengan neneknya, karena Saffa dulu dekat sekali dengan eyang bundanya karena waktu itu aku masih bekerja.
Sekarang dua-duanya lebih dekat denganku.

Semoga my little princess ku selalu sehat, cantik rupanya apalagi hatinya, bisa menjadi kebanggaan orangtuanya kelak, menjadi muslimah teladan dan berguna bagi agama dan bangsa. Amiin..
Doa Mama, Papa, Ayu Saffa, Eyang Bunda, Eyang kakung dan semuanya selalu tercurah untukmu sayaang.



Jadilah penerang dalam kegelapan
Jadilah penebar dalam kebaikan
Jadilah teladan dalam kejujuran, dan..
Jadilah dirimu sendiri dalam kepribadian

Love you, honey..

Ely
05-03-10

Monday, December 07, 2009

Tentang Filza

Filza.. bayi kecil mama..

Filza.. pelita kecilku.. belahan jiwaku..



Sekarang usia Filza sudah genap 9 bulan, sudah bisa duduk, jalan merangkak, bahkan sudah mulai belajar berdiri sendiri jika di dekatnya ada meja, kursi, pintu,dll.

Alhamdulillah perkembangannya juga seperti bayi pada umumnya, sudah mulai tumbuh gigi 2 buah di depan bagian bawah dan sepertinya akan mulai tumbuh gigi berikutnya, walaupun awal pertumbuhan giginya diikuti dengan panas badannya.

Pada tujuh hari setelah kelahirannya, Filza sempat diimunisasi Polio dan hep. B. Tapi setelahnya hingga hari ini, aku sudah tidak memberikan imunisasi lagi pada Filza. Bukan karena awam atau tidak tahu manfaat dari imunisasi tersebut. Tapi justru lebih pada dilema karena masih sangsi haramnya vaksin-vaksin imunisasi tersebut, karena menurut buku yang sempat aku baca semua vaksin masih diragukan kehalalannya.

Yah, jika membahas masalah imunisasi dan pengaruhnya harus ditulis dengan bab tersendiri kali yaa.. Insya Allah jika ada kesempatan.

Balik lagi mengenai Filza, untuk perkembangan bahasanya dari usia 5 bulanan dia sudah bisa mengucapkan “papa” untuk kata pertamanya dan kata berikutnya barulah “mamah” atau “mam”. Pernah saat dia menangis sedih tiba-tiba sambil mengucapkan kata “dedee… dedee” berulang-ulang. Sampai kita yang mendengarkan jadi lucu sendiri. “Kenapa.. nak, dede lagi sedih, pengen digendong ya…?”

Di usia 5 bulanan ini juga aku sudah memberikan makanan pendamping ASI dan susu tambahan, lebih cepat dari seharusnya. Karena alasan waktu itu adalah aku sedang menjalani puasa Ramadhan, soalnya aku khawatir kalo masih menyusui full nantinya aku jadi lemas menjalani puasanya. Jadi lebih baik aku perkenalkan MPASI nya dipercepat saja.

Di usia 6 bulanan, Filza terserang sakit cacar, tertular virus oleh ayu Saffanya yang lebih dulu kena. Sedih melihatnya, wajah putihnya harus penuh dengan bintik-bintik berair. Panas badannya tinggi sekali saat itu, setelah hari kedua barulah dibawa ke dokter dan diberi anti virus. Alhamdulillah setelah semingguan barulah benar-benar hilang, tapi papanya pun ikut tertular, karena belum pernah terkena cacar.
Filza sama seperti ayunya, bukanlah anak yang berbakat gemuk (maklum mama dan papanya juga berbadan slim alias langsing he he). Ingin melihat anak-anakku gemuk koq susah sekali ya.. Padahal berat lahir mereka tergolong besar, Saffa 3.6 kg dan Filza 3.45 kg. Apalagi setelah aktifitas Filza yang semakin lincah sekarang ini, malah membuatnya naik berat badannya susah.

Di usia 7 bulan mulai belajar menggunakan baby walker seperti Saffa.


Usia 8 bulan mulai belajar duduk dan jalan merangkak perlahan-lahan.

Dan sekarang usia 9 bulan mulai mengeksplor segalanya, dari mulai tengkurap bolak-balik, duduk, jalan merangkak, dan mulai berdiri sendiri. Walaupun masih takut-takut dan kadang terjelembab jatuh, tapi dia tidak berhenti untuk mencobanya. Good, anak mama yang pinter!


Dari segi wajah, kadang terlihat ada kemiripan. Banyak orang orang bilang,mirip ayunya waktu kecil. Tapi tidak sedikit juga bilang, wajahnya lain dari ayunya. Kalo Saffa bentuk wajahnya oval dan mungil, rambutnya lurus tapi ikal bagian bawah saja dan lebat dari usia 5 bulan, padahal baru dibotak habis usia 3 bulan. Sedangkan Filza bentuk wajahnya cenderung bulat, jidatnya lebih lebar, bermata bulat, tajam dan dalam, berambut ikal seluruhnya (seperti mamanya), dan berkulit lebih putih. Yang benar-benar berbeda adalah masalah rambut, Filza lama sekali pertumbuhan rambutnya, padahal dia dibotakin habis saat usia hampir 2 bulan. Tapi sampai saat ini masih terlihat rambutnya tipis. Kadang tidak sabar untuk menunggu rambutnya tumbuh.
Beberapa kali jatuh dari atas tempat tidur, sudah kurang lebih 5 kali jatuh. Duhh, kadang suka menyesal kalo sudah jatuh seperti itu. Maafkan mama ya, nak.. yang kadang lengah untuk menjaga.


Pembawaannya lebih anteng, tidak rewel.. kalaupun rewel pasti ada sebabnya, misalnya haus, lapar, digigit nyamuk, dll.

Itulah sekilas mengenai Filza, buah hatiku yang kedua.


Jadilah selalu belahan jiwaku yang bertakwa, sayaang..
Selalu pantang menyerah menghadapi ujian
Tak gentar menghalau rintangan yang datang
Pijakanlah kakimu selalu di atas kebenaran



Ely
06-12-09

Saturday, November 21, 2009

Saatnya Sekolah..

Waktu aku masih bekerja, aku sering membaca atau mencari artikel maupun website-website mengenai 'Homeschooling'. Entah mengapa aku sangat tertarik dengan kegiatan homeschooling yang tidak terpaku dengan rutinitas ataupun jadwal yang baku. Kegiatan yang dapat menjadikan anak penuh dengan kreatifitas dan kedisiplinan tinggi. Aku sadar sebenarnya tidak mudah bagiku untuk bisa menjalankannya ditengah-tengah kondisiku yang masih bekerja saat itu.
Tapi ternyata setelah aku 'full time' dirumahpun aku masih kesulitan untuk bisa menjalankannya, karena ada si kecil Filza yang masih sangat butuh perhatian ekstra dariku.
Setidaknya aku ingin menjalaninya sampai saatnya ia masuk SD.

Aku sering mengamati Saffa lebih tertarik bermain sendiri atau dengan satu orang teman dibanding bermain bersama dengan beberapa teman. Kalo dikeramaian menjadi lebih pendiam dari biasanya. Ternyata banyak hal yang merubah niatku untuk menjalankan homeschooling. Aku khawatir Saffa jadi tidak mudah bergaul dan sulit untuk beradaptasi dengan lingkungan dan teman-teman sebayanya.

Awalnya aku coba masukan Saffa untuk belajar mengaji TPA di mushola dekat rumah bersama dengan tante kecilnya yang sudah kelas 4 SD (dipanggil kak Shela) . Aku amati dan juga dengar cerita dari Shela, ternyata Saffa menikmati belajar di kelas bersama teman-temannya yang memang lebih besar, karena hampir semuanya sudah duduk di Sekolah Dasar. Dan berani untuk maju ke depan, berdoa bersama-sama, dll.

Lalu saat usia Saffa hampir memasuki 3 tahun, aku putuskan untuk Saffa mencoba belajar di sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dekat rumah.
Sebenarnya aku tidak mengharuskan agar Saffa sekolah di usia dini, karena aku tahu masa anak usia 3 sampai 4 tahun masih senang bermain. Dan aku melihat di sekolah PAUD juga menerapkan belajar sambil bergembira. Saffa juga menikmatinya dan semangat untuk masuk sekolah.


Saffa jadi senang menggambar dan mewarnai, menulis dan mencorat-coret buku. Bernyanyi dan berdoa. Juga aku tunjang dengan seringnya Saffa menonton film animasi tentang kumpulan doa, cerita anak sambil bernyanyi, maupun lagu-lagu anak. Sering teriak-teriak bernyanyi sendiri.

Baru-baru ini di sekolahnya diadakan berenang bersama, tak ketinggalan moment ini yang tidak aku lewatkan. Karena Saffa agak takut dengan air, jadi pelan-pelan aku bangkitkan keberaniannya. Dari mulai dirayu-rayu sampai akhirnya berani dengan sendirinya bermain air dengan ban renangnya, bahkan ditempat dalempun Saffa jadi berani. Wah anak mama yang pinter..!


Bukan tidak mungkin aku menjalani homeschooling, tapi mungkin buat tambahan kegiatan rumah di luar aktifitas sekolahnya sambil menunjang kreatifitasnya. Semoga.
Ely

Sunday, September 20, 2009

Idul Fitri Tiba

IDUL FITRI 1430 H


Ketika segala asa yang tercipta
Mengharap setiap langkah kebajikan
Hiasi dengan pesona cita dan cinta
Penuhi dahaga akan perbaikan

Ramadhan berlalu dengan sejuta harap
Menyisakan serpihan hati yang belum sempurna
Idul Fitri tiba dengan setuja bahagia
Menghapus segala khilaf dan dosa

Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1430 H
Minal Aidin wal Faidzin
Mohon maaf lahir dan batin


Ely
20-09-09

Thursday, June 11, 2009

Inspirasi itu datang dari anak-anak

Setelah beberapa bulan menjalani aktifitas di rumah saja alias jadi 'Full Time Mom' sejak akhir December 2008 yang lalu, praktis hari-hariku bisa kuluangkan sepenuhnya buat menjaga Saffa sambil belajar dan bermain. Semua waktu yang dilalui sungguh cepat sampai tiba waktunya sang 'baby' lahir pada tanggal 03-03-2009, pukul 17.00. Alhamdulillah lahir secara normal dan sehat. Berat lahir 3,45 kg dan Panjang lahir 49 cm. Di RS. Harapan Bunda Ps.Rebo Jak-Tim.

Bayi yang manis ini diberi nama Filza Putri Hanisa. Artinya belahan jiwa putri yang bertakwa.
Insya Allah kelak bisa menjadi putri yang bertakwa sesuai dengan namanya. Amin.



Sungguh Allah akan memberikan jalan bagi hambanya pada saat yang tepat, itu aku alami dan patut kusyukuri segala nikmat dan kemudahan dariNya. Disaat aku merasa dilema antara ingin bersama anak-anakku di rumah atau masih kupertahankan pekerjaan kantorku. Dan keputusan itu terjawab sudah dengan begitu mudahnya. Satu, saat itu kondisi kantor terkena dampak krisis global. Dua, akupun telah jenuh dengan rutinitas pekerjaanku. Tiga, aku bercita-cita ingin menjalani usaha di rumah, sambil tetap berkarya tapi tidak jauh dari anak-anak. Akhirnya akhir tahun itulah terakhir kujalani sebagai 'working mom'.


Alhamdulillah lega sekali rasanya, menikmati hari bersama anak-anak yang selama aku bekerja sangat terbatas waktunya, paling cuma pas libur aja bisa full di rumah. Mungkin ini juga rezeki anak kedua, aku bisa memberikan ASI eksklusif dan memberikan perhatian tak terbatas waktunya.




Saffa pun terlihat lebih bahagia saat aku seharian ada di rumah, tidak ditinggal pagi-pagi seperti biasanya. Setiap aku tanya "Mama boleh kerja ga?" Saffa akan menjawab "Mama di rumah aja, kan Papa yang kerja."
Subhanallah.. aku sempat tertegun oleh jawaban polosnya, padahal aku tidak pernah mengajarinya. Itu terlontar murni dari hatinya. Berarti selama aku bekerja, mungkin Saffa sering merasa sedih atau kesepian. Aku tak pernah tau, yang jelas sekarang waktunya aku akan selalu berada disampingnya disaat anak-anakku membutuhkanku.


Seiring berjalannya waktu, Saffa semakin pintar dan sudah lebih mengerti. Tidak mudah menangis ataupun datang tantrumnya. Sudah bisa disuruh untuk bantuin mamanya. Hanya satu yang kadang membuat aku gelengkan kepala, sering gemas sama adiknya, kalo datang jahilnya dia akan sengaja berteriak atau tertawa-tawa disebelah adiknya supaya adiknya bangun atau berhenti menyusu. Lucu tapi sekaligus kadang membuat aku kesal, karena sudah susah-susah menidurkan adiknya, eh.. malah dibangunkan lagi.. :-( gemes-gemes..


Tapi itulah anak-anak, kelakuannya tak pernah terduga. kadang bisa sangat manis sampai membuat terharu ataupun melihat tingkah polahnya yang lucu dan menggemaskan, tapi dilain sisi juga bisa membuat tanduk kita berdiri oleh kenakalan dan kejahilannya.
Semuanya kujalani dengan penuh syukur dan kunikmati hari-hari bersama anak-anak.
Begitu indah dan mengagumkan setiap moment yang dilalui. Misalnya, kemaren Saffa belum bisa memakai celananya sendiri setelah dari toilet, tapi sekarang sudah mulai belajar memakai celana sendiri, menyikat gigi sendiri, 'bak' dan 'bab' sendiri ke toilet dan setelahnya baru aku bersihkan setelah dia berteriak, "mama.. udaaah".

Dan yang membuat aku terkesan, saat aku sedang menyusui dede Filza, tiba-tiba Saffa ke toilet sendiri, 'bak' sendiri, mengguyur, membersihkan sendiri dan memakai celananya sendiri.
Subhanallah.. dia tidak mau mengganggu mamanya yang sedang menyusui dedenya. Aku hanya bisa mengamatinya dan terharu, ternyata putri kecilku sekarang sudah bisa mandiri.
Alhamdulillah.. itulah yang selalu menginspirasiku, belajar dari pembelajaran anak-anak.



Tetaplah menjadi permata hatiku dan belahan jiwaku, sayang..
Yang selalu memberi inspirasi dikala kebekuan melanda
Tetaplah bersinar dan memberikan cahaya
Agar senantiasa terbuka cakrawala hidupmu


Hiduplah dengan pijakan lurus
Hindari dari terjalnya karang
Hiduplah dengan cinta yang tulus
Tataplah masa depan yang cemerlang

11-06-09
Ely

Wednesday, December 10, 2008

harapan vs kenyataan

Udah lama ga ngeblog, kangen banget pengen cerita-cerita nih..
Secara kerjaan kantor lagi slow down di akhir tahun ini.

Oh ya, usia kandunganku udah memasuki 7 bulan dan sekarang gerakannya udah semakin kencang, juga responnya yang tiba-tiba bikin kaget kalo mendengar lagu, suara, ataupun bunyi-bunyian.
Alhamdulillah sang janin aktif banget, kondisinya baik dan sehat. Mudah-mudahan sehat terus sampai lahir ya, sayaang..

Tanggal 1 Dec, kemaren control rutin ke dokter dan sempet di usg. Intinya sih penasaran sama jenis kelamin sang bayi ini, apakah laki-laki atau perempuan lagi?
Aku sih ga terlalu masalah dengan jenis kelaminnya, mau perempuan lagi atau laki-laki, yang penting sehat jasmani dan rohaninya. Amin.
Tapi suamiku berharap banget kalo anak kedua ini pengennya laki-laki, katanya biar sepasang karena planning kami cukup dua anak saja.
Menjadikan keluarga kecil dan bahagia.. :-)

Dulu sebelum aku menikah dan punya anak, aku memang sudah cinta banget sama anak-anak, apalagi liat bayi-bayi mungil yang lucu dan menggemaskan.. ouww so sweet.. sampai-sampai aku berkhayal kalo suatu saat punya anak pengennya lebih dari dua. Entah tiga atau empat orang anak.

Setelah menikah dan saat hamil akupun antusias, anakku nanti seperti apa ya rupanya..? Perempuan atau laki-lakikah? Tapi feeling waktu anak pertama selalu laki-laki dan feeling suamiku justru perempuan. Nah dari awal kehamilanku yang kedua ini, feelingku selalu perempuan.

Entahlah punya anak perempuan atau laki-laki bagiku sama saja, tanggung jawabnya pun sama beratnya, agar bisa menjadikan anak-anak yang soleh dan solehah dan bisa menjaga amanah yang telah Allah berikan dengan sebaik-baiknya.

Pernah iseng-iseng aku kumpulkan foto-foto anak yang lucu-lucu dan berharap anakku kelak seperti yang mana ya…?

Kalo laki-laki, akan berambut keriting seperti ini




Atau berambut lurus seperti ini


Kalo perempuan, akan seperti ayuknya Saffa yang berambut ikal..



Atau berambut lurus seperti ini



He he jangan protes ya, kalo yang dipajang fotonya anak-anak bule, abis anak-anak ini memang cute banget, lucu dan menggemaskan..

Mudah-mudahan anak-anakku kelak juga tidak hanya bagus rupanya, tapi juga bagus akhlaknya. Amin.


Balik lagi ke soal harapan dan kenyataannya…
Beberapa temanku juga ada yang sedang hamil ataupun isrtrinya yang sedang hamil, mereka berharap anak pertama mereka perempuan, tapi ternyata setelah usg dinyatakan laki-laki. Yang berharap anak pertama laki-laki, ternyata dinyatakan perempuan.

Kita hanya bisa berharap tapi keputusan ada di tangan ‘Sang Pencipta’ kehidupan.
Harapan yang tidak sesuai dengan kenyataan adalah bukti bahwa Allahlah yang mengatur segalanya. Apa yang baik menurut kita belum tentu yang terbaik untuk kita bagi Allah.

Jadi kita hanya bisa berharap dan berdoa. Selebihnya hanya pasrah atas ketentuan yang akan Allah berikan yang terbaik untuk kita.


Keep hope and always pray my friends.. And Allah will guard you.


Ely
10-12-2008

Wednesday, November 12, 2008

Selamat Menunaikan Ibadah Haji, Ayah dan Bunda…


Akhirnya hari yang dinantikan akan segera tiba, besok tanggal 13 November adalah jadwal keberangkatan Ayah dan Bundaku untuk menunaikan ibadah haji, menjadi tamu Allah SWT ke Baitullah.
Kloter 29, Embarkasi Jkt… Insya Allah semoga semuanya lancar, ibadahnya selalu diberkahi Allah SWT dan bisa menjadi haji yang mabrur kelak. Amiiin..

Teriring doa yang selalu dipanjatkan
Agar senantiasa diberi kemudahan atas ridho-Nya
Setangkup harap yang selama ini dinanti
Akhirnya kan terwujud berkat nikmat-Nya

Selamat menunaikan ibadah haji Ayah dan Bundaku tercinta
Semoga segala amal ibadahmu selalu mendapat rahmatNya
Doa kami selalu menyertai kalian
Agar selalu dilindungi disetiap langkahmu

Selamat jalan untuk melaksanakan jihad hakiki
Segala nikmat tlah lebih dari cukup terpenuhi
Pancarkan sekeping kerinduan hati
Tuk meraih dekapan sang Illahi Rabbi


Ely
12 Nov’ 2008

Tuesday, October 28, 2008

Dua Tahun Usiamu, Sayaang…

Selamat Ulang Tahun yang kedua ya, Saffa sayang..
Semoga selalu dalam lindungan Allah SWT, sehat jasmani dan rohani, murah rezeki, menjadi anak solehah yang cerdas, bertakwa dan berbakti kepada orangtua.


Tanggal 21 Oktober 2008 adalah hari ultahnya Saffa yang kedua.
Seperti ultahnya yang pertama, tidak dirayakan ataupun mengundang teman-temannya tetapi hanya membuat nasi kuning untuk dibagi-bagikan ke tetangga saja, karena selain alasannya adalah Saffa belum mengerti, juga kondisi Saffa sedang sakit batuk-pilek setelah sebelumnya panas tinggi selama 2 hari, Alhamdulillah panas badannya sudah reda tetapi berganti dengan batuk-kering yang tak berhenti-henti, sampai berat badannya turun dan terlihat lemas dan pucat.

Ini juga alasanku terlambat posting saat Saffa ultah. Tak bisa terdokumentasi juga karena saat Saffa sudah rapi dengan bajunya dan ba’da Maghrib kita adakan ngaji bersama sekeluarga saja, ternyata Saffa sudah ngantuk dan tertidur. Kue pesanan baru datang ba’da Isya, maka acara tiup lilin dan potong kuenya tidak jadi, karena yang punya acara tertidur pulas.. duhh kasian anak mama, padahal dari kemaren sudah antusias mau tiup lilin dan potong kuenya.

Yang penting doanya aja dari mama, papa, bunda, eyang dan yang lainnya.
Semoga Saffa sehat selalu, tambah solehah, tambah pintar, tambah cantik dan kelak bisa menjadi muslimah yang baik dan menjadi teladan. Amin..



Dua tahun sudah usiamu, nak..
Pijaklah selalu kebaikan dan berjalan bersamanya
Kelak kau akan mengerti makna hidup sesungguhnya
Karena itulah kau dicipta..
agar senantiasa menjalani dengan penuh syukur

Dua tahun sudah usiamu, nak..
Tetaplah menjadi puteri nan manis
Baik sikapmu dan tutur katamu
Penuh pesona menebarkan cahaya



Ely

Monday, October 13, 2008

Tentang Saffa

Saffa.. puteri kecil mama..
Saffa.. bintang kecilku.. permata hatiku..



Sudah sedikit atau banyaknya pengetahuan Saffa mengenai kehamilanku ini, yang jelas akan ada yang berubah bila saatnya sang adik terlahir nanti.
Saffa kecilku akan menjadi seorang kakak.
Kami menyebutnya “Ayuk” untuk panggilan kakak bahasa Palembang.
Tapi ternyata Saffa masih suka salah menyebut dirinya dengan panggilan “dede”, kemudian diralatnya menjadi “ayuk” dan itu berlangsung terus-menerus, sampai akhirnya panggilan Saffa berubah menjadi “dede ayuk”.
Dan panggilan itu dia sendiri yang membuat, jadilah semua orang memanggil dengan sebutan ‘dede ayuk’.. :-)


Untuk saat ini Saffa sering terlihat antusias jika melihat ade bayi atau ade yang lebih kecil darinya. Dia akan menghampirinya dan membelai pipinya sambil memanggil-manggil “ade.. ade..”, dan kemudian akan memeluknya dengan gemesnyaa.. kontan saja ade tersebut akan ketakutan dan akhirnya menangis.. duhh..
Kalo aku sedang berbaring sambil menemani Saffa main, tiba-tiba dia akan membuka perutku dan diciumnya, sambil berkata.. “dede..” dan membelainya, tapi kalo sudah gemas dia akan menepuk-nepuk perutku dengan agak kencang.. he he.. aku hanya bisa bilang “ga boleh ya, sayang.. kasian dedenya didalem!”
Kalo ditanya.. “dedenya lagi ngapain?” dia akan menjawab sambil menggoda “dedenya lagi ‘ee’ kali..” sambil ketawa-ketawa. Saffa.. Saffa..
Tapi ada satu hal yang kadang membuatku bingung dan tak tau harus berbuat apa.. kalo tiba-tiba ‘temper tantrum’nya datang. Semua akan serba salah dimatanya, walaupun tadinya hanya merengek minta susu atau minta apapun, tapi kalo sudah terlanjur ngambek, susu yang dikasih ga akan diterimanya, malah jadi mengalihkan perhatian yang saat itu aku, bunda atau orang yang didekatnya lakukan. Semuanya serba salah, ga boleh ini, ga boleh itu, maunya begini, maunya begitu.. ppffiuuhh… capek kadang meladeninya kalo sudah datang ngambeknya. Seolah ga ada capeknya atau memang karena terlalu capek atau sudah terlalu ngantuk ya.. Aku blom benar-benar memperhatikan penyebab datangnya tantrum itu bila saat Saffa sedang kondisi seperti apa..
Itu mungkin salah satu pr terbesarku saat ini, agar dapat mengontrol emosinya yang kadang bisa meledak kapanpun.

Kalo sedang enak hati dan moodnya bagus, sebenarnya Saffa adalah tipikal anak yang manis dan pengertian, mudah menyesuaikan kondisi, daya tangkapnya cepat dan pintar, juga lucu dan menggemaskan..
Saat ini tahap toilet trainingnya sudah nyaris sempurna, ‘bak’ dan ‘bab’ sudah dilakukannya di kloset kamar mandi dan selalu bisa menahannya sampai kamar mandi. Seperti misalnya diajak ke mallpun dia sudah selalu bilang dan bisa tahan sampai tiba di toilet.


Bahasa dan tutur katanya sudah fasih dan tidak cadel, sukanya bersenandung ataupun bernyanyi kecil, nyanyian yang paling dihafalnya adalah burung kakak tua, balonku dan topi saya bundar. Walaupun kadang nyanyinya berantakan tapi dengan ‘pd’nya dia akan bernyanyi dengan kencang dan mimiknya yang serius. Hmm.. Saffa.. anak mama yang selalu bikinku tertawa bahagia..

Tak tahu kenapa, aku jadi sering sekali kangen dengan Saffa kalo sedang dikantor. Pengen liatin fotonya terus.. dari masih bayi sampai sekarang, gayanya yang ceria, lincah dan murah senyum.
Semoga selalu menjadi pelita dalam hidup mama dan papa ya.. sayang
.


Jadilah permata hati yang selalu berkilau dimanapun berada..
Jadilah kelak anak yang solehah, yang bertakwa dan berbakti kepada orangtua. Amiiiin…
Ely.

Thursday, October 09, 2008

Tentang Kehamilanku

Tak terasa waktu berjalan begitu cepat.. tak terasa juga kehamilanku genap memasuki usia 5 bulan.
Alhamdulillah tak ada keluhan yang macam-macam, mudah-mudahan sampai pada saatnya tiba diberi kelancaran dan kemudahan. Amin.
Alhamdulillah juga bisa menjalankan puasa Ramadhan sampai selesai walaupun sempat ada bolongnya selama 5 hari.
Hari-hari masih bisa menjalani aktifitas dengan baik dan bisa bermain dengan Saffa bahkan menggendongnya tiap hari.

Saat ini memasuki trimester kedua, sudah banyak perubahan yang berarti.
Tendangan-tendangan lembut sikecil sudah lebih terasa saat memasuki usia 4 bulan, bahkan saat inipun sambil menulis cerita ini, sikecil tak henti-hentinya menghentak-hentak di dalam perut.
Mungkin ikut merasa antusias juga, akhirnya ada cerita dari mamanya mengenai dirinya :-)
Atau apa karena aku menulis juga sambil mendengarkan lagu yang musiknya syahdu-syahdu dan enak didengar, jadi sikecil sedang mengikuti musiknya :-)
He he.. ahh.. melantur aja nih ceritanya..

Lanjut deh ceritanya.
Perutku saat ini juga sudah semakin membuncit, kalo tidur berbaring lebih enak dengan posisi miring, karena sudah mulai sering terasa pegal bagian pinggul.
Karena dikantor lebik banyak aktifitas duduk, jadi aku mulai terapkan setiap pagi berangkat kantor untuk jalan kaki saja dari gerbang menuju kantor, tak ada naik ojek lagi. Selain sehat tapi juga bisa hemat.. he he..

Masih terasa bawaan ngantuk terus, apalagi kalo sudah duduk lama, atau baca terlalu lama, maupun nonton terlalu lama, pasti deh berakhir dengan tidur pulas plus dengkuran yang entah bagaimana suaranya :-)


Tapi masih terasa ada yang kurang saat memasuki usia 4 bulan, berhubung saat ramadhan orang-orang lebih banyak untuk ibadah sholat tarawih di mesjid, jadi kami mengurungkan niat untuk mengadakan pengajian untuk selamatan 4 bulanan di rumah.
Sempat mengaji saja di rumah bersama Bunda, yah.. yang penting tetap doa selalu kami panjatkan setiap kali sholat 5 waktu. Insya Allah sama saja berkah selamatnya. Amin.

Selesai bulan ramadhan, langsung balas dendam untuk makan apa saja. Ga tau kenapa, dikehamilan ini aku lebih cuek dalam hal makanan, sempat makan gorengan terus saat buka puasa kemaren. Mudah-mudahan sang janin diberi kekuatan dan tak ada masalah apapun.


Tentang Mimpi
Saat usia kandungan 3 bulanan mau memasuki 4 bulan. Aku pernah bermimpi yang membuat aku terasa sedih sekali.
Di dalam mimpi itu aku mengalami pendarahan hebat sampai aku harus kehilangan janinku, aku panik dan bercerita pada ayah dan bundaku. Saat bercerita itulah akupun menangis tersedu-sedu, tapi seketika itu aku terjaga dari tidurku dan mendapati aku sedang menangis tersedu-sedu juga. Saat itu suamiku sedang kerja shift malam, jadi cuma ada Saffa disampingku. Kalo inget itu jadi suka malu sendiri, tapi koq terasa sedihnya bukan main. Ah.. mudah-mudahan itu hanya bunga tidur yang tak berarti apa-apa dan Insya Allah kandunganku dan sang janin diberi keselamatan sampai kelak dilahirkan sehat jasmani dan rohaninya. Amiiin.


Ely

Tuesday, October 07, 2008

Minal Aidin Wal Faidzin

Taqobballahu Minna Wa Minkum
Taqobbal Ya Karim…

Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1429 H
Mohon Maaf Lahir Batin

-----------

Baru sempet nulis lagi, udah lama ga posting diblog.

Libur lebaran kemaren ga mudik kemana-mana, karena memang ga punya tempat mudik. Paling kalo mau mudik ke kampung halamannya suami di Palembang sana, tapi jauh bener ya.. berhubung harus dipersiapkan waktu dan kondisi juga, mungkin belum memungkinkan untuk kami bisa bersilaturahmi ke sana. Karena juga suami sudah tidak punya orangtua, jadi kumpulnya di Jakarta saja.

Seperti biasanya lebaran hari pertama keliling dulu maaf-maafan sama tetangga, dan dilanjutkan pergi ziarah ke Bogor sekalian silaturahmi juga ke saudara yang ada di Bogor. Pulang malam hari ba’da Maghrib.

Lebaran hari kedua, ga kemana-mana. Yang ada nunggu tamu dari saudara-saudaranya dari pihak Ayah (My Father).

Lebaran hari ketiga, ini baru saudara (adik-adik) dari pihak Bunda pada datang serombongan dan nginep. Karena bunda adalah anak tertua, jadi adik-adiknya yang juga bibi dan pamanku yang datang. Ada yang dari Sukabumi, Ciamis dan Bogor. Kalo sudah kumpul pastilah suasana jadi rame.

Ya, kumpul-kumpul seperti ini hanya bisa kami lakukan mungkin setahun sekali, yang benar-benar bisa lengkap untuk berkumpul. Selebihnya jika ada hajat atau acara-acara resmi saja, seperti undangan pernikahan, dll.

Bagi-bagi angpaw sudah tradisi bagi keluarga kami, dari sepupu-sepupu yang masih kecil dan masih sekolah sampai bibi dan paman juga kebagian.

Buat Saffa, ini adalah Idul Fitri ketiga.
Idul Fitri pertama, saat Saffa baru tiga hari dilahirkan.
Idul Fitri kedua, Saffa sudah memasuki usia setahun, tapi masih belum terlalu mengerti.
Dan Idul Fitri ketiga ini, Saffa udah mulai ikut-ikutan dibeliin baju baru, ikut sholat Ied di Mesjid, ikut keliling untuk maaf-maafan di sekitar rumah plus dapat angpaw juga dari saudara-saudara.
Ya.. angpawnya Saffa, dikumpulkan saja sama mamanya, dimasukin ke celengan bekas aku pakai jaman masih sekolah dulu dan sekarang aku hibahkan buat Saffa biar terbiasa belajar menabung sampai suatu saat dia mengerti kelak.


Ely K.

Tuesday, September 16, 2008

Acara Buka Puasa Bersama Angkatan An-Nahl (YISC AL-AZHAR)

Hari Ahad, 14 September 2008

Alhamdulillah setelah sekian lama jarang kumpul-kumpul bersama angkatan An-nahl, akhirnya hari Ahad kemarin kami mengadakan acara buka puasa bersama di Sambara daerah Cipete, Fatmawati.

Yang datang lumayan banyak, bahkan melebihi jumlah saat pertama kali booking tempat. Tapi Alhamdulillah masih bisa tertampung untuk makan.

Di bulan Ramadhan ini mungkin dimana-mana resto selalu penuh pengunjung, begitu juga di Sambara ini, makanya sebelumnya harus booking tempat dulu.

Untuk menu bisa pilih sesuai selera dan pesanan masing-masing, bisa digoreng maupun bakar. Sajiannya masakan sunda, dan disana sudah tersedia sayur asem, lalapan dan beberapa macam sambal yang bisa diambil sendiri.

Setelah makan, sholat bergantian dan acara tuker kado diakhir acara.
Seperti biasa tak lupa juga photo-photo, karena hobi yang satu ini ga pernah ketinggalan kalo sudah kumpul bersama-sama, heboh photo sana-sini, yang pasti seru dan mengobati rasa kangen selama ini.
Nah ini beberapa pose dari hasil jepretan kameraku, karena masing-masing juga banyak yang bawa kamera, jadi seru aja jepret sana-sini, pose sana-sini.. he he..
Met maem semua..!






An-Nahlers dan juniornya..

Acara tuker kado


Pose di depan Sambara


Untuk liat photo-photo yang lainnya bisa dilihat disini .


Ely