Love

Friday, July 29, 2011

Foto Berduaa..

Lagi seneeng banget lihat foto-foto ayu Saffa n dede Filza berduaan..
Iseng-iseng aku kumpulin, ternyata banyak juga..
Ya sudah aku upload aja deh buat kenang-kenangan.. :-)



Dari foto-foto mereka kecil.... Sampai sekarang..




































By: Ely

Friday, July 22, 2011

* Pisah Kamar *

Alhamdulillah akhirnya anak-anakku sudah berani tidur di kamarnya sendiri. Sudah punya kemauan atas pilihannya sendiri.

Khusus untuk Ayu Saffa sudah mulai bisa mandi sendiri, memakai bajunya sendiri, menyisir rambutnya sendiri (walaupun hasilnya belum sempurna) bisa memakai sepatu sendiri, terkadang juga suka bikin susu sendiri.

Lega rasanya diusianya sekarang hampir 5 tahun ini, Saffa sudah bisa mandiri. Mencoba dan berusaha ingin melakukan sesuatu sendiri tanpa dibantu :) .

Begitu juga dengan adiknya yang sudah 2 tahun 4 bulan, selalu ingin ikut-ikutan seperti ayunya, belajar makan sendiri, memakai sendal sendiri dan mengambil minum sendiri.

Anak-anak pinteeer.. I'm proud of you girls.



Sudah belajar mandiri, sekarang waktunya bobo di kamar sendiri ya, sayaang.

Tidur terlelap dan bermimpi indahlah, wahai putri.
Karena mentari esok selalu siap menyapa pagimu.
Mengiringi langkah kecilmu tuk meraih bahagia.
Karena kebahagiaanmu adalah kebahagiaanku juga.






By: Ely
19.30

Thursday, July 21, 2011

*Spending My Time*

Betapa beratnya jika kita menjalani sesuatu tanpa diiringi dengan komitmen dan kesungguhan. Tapi ‘celakanya’ aku seringkali mengalami hal seperti itu. Ingin mencoba menekuni hal baru, diawali dengan niat sederhana dan rasa penasaran yang tinggi. Begitu dijalani dan ditengah jalan menemui kendala, pada akhirnya berujung mogok dan mentah lagi.

Sering juga membaca kisah-kisah inspiratif dari wanita-wanita yang membuat aku salut terhadap mereka. Perjuangannya, kesungguhannya, komitmennya, sampai pada proses menuju titik terang yaitu kesuksesan. Bagaimana cara dia memanfaatkan waktu, menjalani beberapa hal positif sekaligus, menyalurkan hobinya menjadi bisnis, mengamalkan ilmunya menjadi berguna untuk oranglain, menekuni usahanya dari nol sampai berhasil.

Semua itu dibutuhkan komitmen dan kesungguhan dalam menyikapi rasa malas, takut gagal, tak mampu bersaing, kurang informasi atau tidak cukup ilmu, takut salah bertindak, dll.

Aku sadari setiap tetes keringat dan setiap langkah yang kita tempuh jika dijalani dengan tulus dan ikhlas akan bermakna dihadapan Allah. Tanpa kita sadari juga perjuangan kita selama ini yang penuh liku, terseok bahkan terjatuh adalah bentuk kasih sayang Allah. Berbagai macam ujian, cobaan, tempaan akan mendidik kita menjadi pribadi yang lebih baik. Bahkan bukanlah tidak mungkin pada akhirnya kita akan mendapatkan hikmah dan hidayah dari Allah.

Semua masalah, ujian dan cobaan pasti akan berujung hikmah dibaliknya. Dan jika kita serahkan semua persoalan kepada Allah, pada akhirnya akan berbuah manis jika kita menjalaninya dengan sabar.

Berat memang dan sungguh berat jika cobaan itu yang menimpa kita. Sanggupkah kita menjalaninya? Bahkan kadangkala untuk membayanginya saja kita tidak sanggup. Tapi itulah hidup, harus dijalani dengan penuh rasa syukur dan bermanfaat. Tidak perlu silau atas keberhasilan dan kesuksesan orang lain. Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa menjalani dan hidup dalam proses itu sendiri.

Kadang aku sering menghibur diri dengan ‘mencoba’ berpikir positif dan ‘berusaha’ yakin, pasti ada jalan keluar yang terbaik, pasti nanti ada rezekinya, pasti nanti tercapai apa yang kita inginkan. Begitu seterusnya menunggu-nunggu kepastian itu, tapi apa bisa hanya dengan modal yakin dan menunggu saja? Kapan kepastian itu akan datang?

Aah.. kadang manusia memang banyak keinginan tanpa dibarengi dengan usaha yang keras, begitu juga aku seperti bercermin diri.


Ingin memulai tapi sering terbuai.

Ingin melangkah tapi takut berbuat salah.

Ingin berjaya tapi tak sanggup berkarya.

Ingin banyak uang tapi tak mampu berjuang.

Ingin jadi pengusaha tapi tak bisa berusaha.

Ingin berambisi tapi tak punya prestasi.

Ingin masuk surga tapi banyak tergoda.



By: Ely
22072011

Monday, May 10, 2010

Mengenang Kepergian Ayahanda Tercinta

Seminggu lagi tanggal 15 Mei 2010 nanti memasuki hari ke 40 kepergian ayahandaku tercinta.

Tiada habisnya kenangan indah dan kebahagiaan yang terajut saat-saat bersama berkeliling dalam memoriku.

Tiada habis kata-kata yang terangkai untuk menceritakan pengorbanan dan perjuangan ayah dalam mendidik dan membesarkan kami anak-anaknya.

Ayah, tiada lain yang bisa kami sampaikan selain doa yang tulus terucap dari kami anak-anakmu.

Semoga semua amal ibadahmu, amal kebaikanmu, semua pengorbanan dan perjuanganmu untuk keluarga dalam mendidik anak-anakmu diterima oleh Allah SWT.
Semoga segala kesalahan, kehilafan dan kealpaan dalam ibadah diampuni oleh Allah SWT, karena sebagai manusia biasa, pastilah ada dosa dan kehilafan semasa hidup.
Semoga sakit semasa hidup adalah penggugur dosa, karena Allah masih menyayangi hambanya yang tertimpa derita sakit.
Semoga Allah memberikan rahmat dan ampunanNya, mengasihi dan menyayangi ayah sebagaimana kau menyayangi kami diwaktu kecil.
Amin ya Rabb.. Amin ya Rabbal alamin.

Maafkan kami ayah yang dari kecil hingga sekarang masih selalu menyusahkanmu semasa kau hidup, masih terkadang berbuat sesuatu yang tak kau sukai, dan masih suka membuat kau tidak berkenan semasa hidup.

Ampuni kami ya Allah.. sungguh, kami sangat menyayangi dan mencintai kedua orangtua kami, kami masih sangat membutuhkan keberadaan mereka disisi kami.

Tapi hanya Allah yang maha tahu yang terbaik untuk hambanya.
Mungkin kepergian inilah yang terbaik untuk ayahandaku.

Disaat penderitaan sakit yang tak kunjung sembuh, disaat penyakit stroke yang ke tiga kalinya dialami, disaat makanan dan minuman sudah tak mampu ditelan, disaat kata-kata sudah tak mampu diucapkan, hanya tatapan, genggaman tangan dan rangkulan halus yang bisa dilakukan jika ada orang didekatnya. Dan hanya tetesan airmata yang membasahi pipi. Sungguh semua itu masih tergambar jelas dalam pikiran dan ingatanku yang tak kan terlupakan seumur hidupku.


Semoga kau ridho dan ikhlas menjalani semuanya semasa hidup, ayahku. Sungguh Allah tidak akan memberikan cobaan diluar batas kesanggupannya.

Alhamdulillah, ayah masih sempat mendampingi dan mengiringi ketiga anaknya menuju gerbang pernikahan.



Alhamdulillah, ayah masih sempat menimang dan bermain bersama cucu-cucunya tercinta.




Dan alhamdulillah, ayah masih sempat menjalankan ibadah rukun islam yang terakhir, yaitu menunaikan ibadah haji.




Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. 55: 61)

Sesungguhnya bila seseorang telah meninggal dunia, terputus untuknya pahala segala amal, kecuali dari tiga hal yang tetap kekal, yaitu:
Sadaqoh jariyah

Ilmu yang bermanfaat

Anak soleh yang senantiasa mendoakannya

(Hadist riwayat Imam Bukhari dan Muslim)

Insya Allah kami sebagai anak hanya bisa mendoakan di setiap sholat 5 waktu. Hanya itu yang dapat kami lakukan, semoga ayah mendapat tempat yang terbaik di sisi Allah SWT. Amin.

Selamat jalan ayah kami tercinta, semoga Allah selalu melindungimu dan melapangkan kuburmu. Menerangi kuburmu disaat gelap, menyejukkan kuburmu disaat panas, menghangatkan kuburmu disaat dingin, mengeringkan kuburmu disaat hujan dan senantiasa menjagamu setiap saat. Amin ya Robbal Alamin.
Tsumma ilaa ruhi khushuushan Bapak Dian Wirman bin Sanardja, Al-faatihah.
DIAN WIRMAN BIN SANARDJA
Lahir: Cilacap, 04- September- 1947
Wafat: Jakarta, 05- April- 2010 (20 Rabi’ul akhir 1431H - Hari Senin pon, pukul 10.00 pagi)
Ely
10-05-2010

Saturday, March 06, 2010

Satu Tahun Usiamu, honey..

Selamat Ulang Tahun yang pertama dede Filza..
Semoga sehat selalu, mendapat rahmat dan lindungan Allah SWT. Menjadi anak yang solehah, cerdas, bertaqwa, dan berbakti kepada kedua orangtua. Amin..



Tanggal 03-03-2010 kemaren adalah ulang tahun yang pertama buat Dede Filza, sama seperti ulang tahun Ayunya, cukup bikin nasi kuning untuk dibagikan ke tetangga-tetangga, kue dan snack untuk anak-anak kecil teman main Saffa. Malemnya baru acara tiup lilin bareng keluarga.

Filza terlihat senang dan selalu tepuk tangan bila dinyanyikan lagu selamat ulang tahun. Selalu tersenyum lucu dan seperti biasa ga bisa diam untuk duduk manis. Makanya kalo dede Filza difoto hasil gambarnya selalu ‘blur’ karena bergerak terus. Karena saat ini Filza lagi senang-senangnya belajar jalan, selalu berdiri sekaligus naik jika ada kursi kecil yang bisa dijangkaunya. Aktifitasnya luar biasa, makanya badannya sering sekali keringatan, apalagi daerah rambut dan kepalanya.


Alhamdulillah selalu sehat, kalaupun sakit, hanya sakit flu ataupun batuk.

Tapi untuk saat ini Filza benar-benar tak mau pisah dari aku.. ‘nempel terus kayak perangko’ sampai kadang aku benar-benar ga bisa ngapa-ngapain. Ditinggal sebentar.. nyariin, atau bahkan merengek nangis.. fiuhh, kadang gemas sekali.. ‘de de’.. kenapa sih honey..

Tapi mungkin pengaruh karena aku sudah tidak bekerja lagi.. full dirumah, jadi Filza tidak terbiasa jauh dari aku. Sampai kadang dengan Eyang bundanya juga tidak mau..
Mau ga mau tetap harus dinikmati dan disyukuri, Alhamdulillah anak-anak deket sekali dengan orangtuanya, daripada dekatnya dengan pembantu atau baby sitter. Masih memungkinkan jika dekat dengan neneknya, karena Saffa dulu dekat sekali dengan eyang bundanya karena waktu itu aku masih bekerja.
Sekarang dua-duanya lebih dekat denganku.

Semoga my little princess ku selalu sehat, cantik rupanya apalagi hatinya, bisa menjadi kebanggaan orangtuanya kelak, menjadi muslimah teladan dan berguna bagi agama dan bangsa. Amiin..
Doa Mama, Papa, Ayu Saffa, Eyang Bunda, Eyang kakung dan semuanya selalu tercurah untukmu sayaang.



Jadilah penerang dalam kegelapan
Jadilah penebar dalam kebaikan
Jadilah teladan dalam kejujuran, dan..
Jadilah dirimu sendiri dalam kepribadian

Love you, honey..

Ely
05-03-10

Monday, December 07, 2009

Tentang Filza

Filza.. bayi kecil mama..

Filza.. pelita kecilku.. belahan jiwaku..



Sekarang usia Filza sudah genap 9 bulan, sudah bisa duduk, jalan merangkak, bahkan sudah mulai belajar berdiri sendiri jika di dekatnya ada meja, kursi, pintu,dll.

Alhamdulillah perkembangannya juga seperti bayi pada umumnya, sudah mulai tumbuh gigi 2 buah di depan bagian bawah dan sepertinya akan mulai tumbuh gigi berikutnya, walaupun awal pertumbuhan giginya diikuti dengan panas badannya.

Pada tujuh hari setelah kelahirannya, Filza sempat diimunisasi Polio dan hep. B. Tapi setelahnya hingga hari ini, aku sudah tidak memberikan imunisasi lagi pada Filza. Bukan karena awam atau tidak tahu manfaat dari imunisasi tersebut. Tapi justru lebih pada dilema karena masih sangsi haramnya vaksin-vaksin imunisasi tersebut, karena menurut buku yang sempat aku baca semua vaksin masih diragukan kehalalannya.

Yah, jika membahas masalah imunisasi dan pengaruhnya harus ditulis dengan bab tersendiri kali yaa.. Insya Allah jika ada kesempatan.

Balik lagi mengenai Filza, untuk perkembangan bahasanya dari usia 5 bulanan dia sudah bisa mengucapkan “papa” untuk kata pertamanya dan kata berikutnya barulah “mamah” atau “mam”. Pernah saat dia menangis sedih tiba-tiba sambil mengucapkan kata “dedee… dedee” berulang-ulang. Sampai kita yang mendengarkan jadi lucu sendiri. “Kenapa.. nak, dede lagi sedih, pengen digendong ya…?”

Di usia 5 bulanan ini juga aku sudah memberikan makanan pendamping ASI dan susu tambahan, lebih cepat dari seharusnya. Karena alasan waktu itu adalah aku sedang menjalani puasa Ramadhan, soalnya aku khawatir kalo masih menyusui full nantinya aku jadi lemas menjalani puasanya. Jadi lebih baik aku perkenalkan MPASI nya dipercepat saja.

Di usia 6 bulanan, Filza terserang sakit cacar, tertular virus oleh ayu Saffanya yang lebih dulu kena. Sedih melihatnya, wajah putihnya harus penuh dengan bintik-bintik berair. Panas badannya tinggi sekali saat itu, setelah hari kedua barulah dibawa ke dokter dan diberi anti virus. Alhamdulillah setelah semingguan barulah benar-benar hilang, tapi papanya pun ikut tertular, karena belum pernah terkena cacar.
Filza sama seperti ayunya, bukanlah anak yang berbakat gemuk (maklum mama dan papanya juga berbadan slim alias langsing he he). Ingin melihat anak-anakku gemuk koq susah sekali ya.. Padahal berat lahir mereka tergolong besar, Saffa 3.6 kg dan Filza 3.45 kg. Apalagi setelah aktifitas Filza yang semakin lincah sekarang ini, malah membuatnya naik berat badannya susah.

Di usia 7 bulan mulai belajar menggunakan baby walker seperti Saffa.


Usia 8 bulan mulai belajar duduk dan jalan merangkak perlahan-lahan.

Dan sekarang usia 9 bulan mulai mengeksplor segalanya, dari mulai tengkurap bolak-balik, duduk, jalan merangkak, dan mulai berdiri sendiri. Walaupun masih takut-takut dan kadang terjelembab jatuh, tapi dia tidak berhenti untuk mencobanya. Good, anak mama yang pinter!


Dari segi wajah, kadang terlihat ada kemiripan. Banyak orang orang bilang,mirip ayunya waktu kecil. Tapi tidak sedikit juga bilang, wajahnya lain dari ayunya. Kalo Saffa bentuk wajahnya oval dan mungil, rambutnya lurus tapi ikal bagian bawah saja dan lebat dari usia 5 bulan, padahal baru dibotak habis usia 3 bulan. Sedangkan Filza bentuk wajahnya cenderung bulat, jidatnya lebih lebar, bermata bulat, tajam dan dalam, berambut ikal seluruhnya (seperti mamanya), dan berkulit lebih putih. Yang benar-benar berbeda adalah masalah rambut, Filza lama sekali pertumbuhan rambutnya, padahal dia dibotakin habis saat usia hampir 2 bulan. Tapi sampai saat ini masih terlihat rambutnya tipis. Kadang tidak sabar untuk menunggu rambutnya tumbuh.
Beberapa kali jatuh dari atas tempat tidur, sudah kurang lebih 5 kali jatuh. Duhh, kadang suka menyesal kalo sudah jatuh seperti itu. Maafkan mama ya, nak.. yang kadang lengah untuk menjaga.


Pembawaannya lebih anteng, tidak rewel.. kalaupun rewel pasti ada sebabnya, misalnya haus, lapar, digigit nyamuk, dll.

Itulah sekilas mengenai Filza, buah hatiku yang kedua.


Jadilah selalu belahan jiwaku yang bertakwa, sayaang..
Selalu pantang menyerah menghadapi ujian
Tak gentar menghalau rintangan yang datang
Pijakanlah kakimu selalu di atas kebenaran



Ely
06-12-09

Saturday, November 21, 2009

Saatnya Sekolah..

Waktu aku masih bekerja, aku sering membaca atau mencari artikel maupun website-website mengenai 'Homeschooling'. Entah mengapa aku sangat tertarik dengan kegiatan homeschooling yang tidak terpaku dengan rutinitas ataupun jadwal yang baku. Kegiatan yang dapat menjadikan anak penuh dengan kreatifitas dan kedisiplinan tinggi. Aku sadar sebenarnya tidak mudah bagiku untuk bisa menjalankannya ditengah-tengah kondisiku yang masih bekerja saat itu.
Tapi ternyata setelah aku 'full time' dirumahpun aku masih kesulitan untuk bisa menjalankannya, karena ada si kecil Filza yang masih sangat butuh perhatian ekstra dariku.
Setidaknya aku ingin menjalaninya sampai saatnya ia masuk SD.

Aku sering mengamati Saffa lebih tertarik bermain sendiri atau dengan satu orang teman dibanding bermain bersama dengan beberapa teman. Kalo dikeramaian menjadi lebih pendiam dari biasanya. Ternyata banyak hal yang merubah niatku untuk menjalankan homeschooling. Aku khawatir Saffa jadi tidak mudah bergaul dan sulit untuk beradaptasi dengan lingkungan dan teman-teman sebayanya.

Awalnya aku coba masukan Saffa untuk belajar mengaji TPA di mushola dekat rumah bersama dengan tante kecilnya yang sudah kelas 4 SD (dipanggil kak Shela) . Aku amati dan juga dengar cerita dari Shela, ternyata Saffa menikmati belajar di kelas bersama teman-temannya yang memang lebih besar, karena hampir semuanya sudah duduk di Sekolah Dasar. Dan berani untuk maju ke depan, berdoa bersama-sama, dll.

Lalu saat usia Saffa hampir memasuki 3 tahun, aku putuskan untuk Saffa mencoba belajar di sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dekat rumah.
Sebenarnya aku tidak mengharuskan agar Saffa sekolah di usia dini, karena aku tahu masa anak usia 3 sampai 4 tahun masih senang bermain. Dan aku melihat di sekolah PAUD juga menerapkan belajar sambil bergembira. Saffa juga menikmatinya dan semangat untuk masuk sekolah.


Saffa jadi senang menggambar dan mewarnai, menulis dan mencorat-coret buku. Bernyanyi dan berdoa. Juga aku tunjang dengan seringnya Saffa menonton film animasi tentang kumpulan doa, cerita anak sambil bernyanyi, maupun lagu-lagu anak. Sering teriak-teriak bernyanyi sendiri.

Baru-baru ini di sekolahnya diadakan berenang bersama, tak ketinggalan moment ini yang tidak aku lewatkan. Karena Saffa agak takut dengan air, jadi pelan-pelan aku bangkitkan keberaniannya. Dari mulai dirayu-rayu sampai akhirnya berani dengan sendirinya bermain air dengan ban renangnya, bahkan ditempat dalempun Saffa jadi berani. Wah anak mama yang pinter..!


Bukan tidak mungkin aku menjalani homeschooling, tapi mungkin buat tambahan kegiatan rumah di luar aktifitas sekolahnya sambil menunjang kreatifitasnya. Semoga.
Ely

Sunday, September 20, 2009

Idul Fitri Tiba

IDUL FITRI 1430 H


Ketika segala asa yang tercipta
Mengharap setiap langkah kebajikan
Hiasi dengan pesona cita dan cinta
Penuhi dahaga akan perbaikan

Ramadhan berlalu dengan sejuta harap
Menyisakan serpihan hati yang belum sempurna
Idul Fitri tiba dengan setuja bahagia
Menghapus segala khilaf dan dosa

Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1430 H
Minal Aidin wal Faidzin
Mohon maaf lahir dan batin


Ely
20-09-09

Thursday, June 11, 2009

Inspirasi itu datang dari anak-anak

Setelah beberapa bulan menjalani aktifitas di rumah saja alias jadi 'Full Time Mom' sejak akhir December 2008 yang lalu, praktis hari-hariku bisa kuluangkan sepenuhnya buat menjaga Saffa sambil belajar dan bermain. Semua waktu yang dilalui sungguh cepat sampai tiba waktunya sang 'baby' lahir pada tanggal 03-03-2009, pukul 17.00. Alhamdulillah lahir secara normal dan sehat. Berat lahir 3,45 kg dan Panjang lahir 49 cm. Di RS. Harapan Bunda Ps.Rebo Jak-Tim.

Bayi yang manis ini diberi nama Filza Putri Hanisa. Artinya belahan jiwa putri yang bertakwa.
Insya Allah kelak bisa menjadi putri yang bertakwa sesuai dengan namanya. Amin.



Sungguh Allah akan memberikan jalan bagi hambanya pada saat yang tepat, itu aku alami dan patut kusyukuri segala nikmat dan kemudahan dariNya. Disaat aku merasa dilema antara ingin bersama anak-anakku di rumah atau masih kupertahankan pekerjaan kantorku. Dan keputusan itu terjawab sudah dengan begitu mudahnya. Satu, saat itu kondisi kantor terkena dampak krisis global. Dua, akupun telah jenuh dengan rutinitas pekerjaanku. Tiga, aku bercita-cita ingin menjalani usaha di rumah, sambil tetap berkarya tapi tidak jauh dari anak-anak. Akhirnya akhir tahun itulah terakhir kujalani sebagai 'working mom'.


Alhamdulillah lega sekali rasanya, menikmati hari bersama anak-anak yang selama aku bekerja sangat terbatas waktunya, paling cuma pas libur aja bisa full di rumah. Mungkin ini juga rezeki anak kedua, aku bisa memberikan ASI eksklusif dan memberikan perhatian tak terbatas waktunya.




Saffa pun terlihat lebih bahagia saat aku seharian ada di rumah, tidak ditinggal pagi-pagi seperti biasanya. Setiap aku tanya "Mama boleh kerja ga?" Saffa akan menjawab "Mama di rumah aja, kan Papa yang kerja."
Subhanallah.. aku sempat tertegun oleh jawaban polosnya, padahal aku tidak pernah mengajarinya. Itu terlontar murni dari hatinya. Berarti selama aku bekerja, mungkin Saffa sering merasa sedih atau kesepian. Aku tak pernah tau, yang jelas sekarang waktunya aku akan selalu berada disampingnya disaat anak-anakku membutuhkanku.


Seiring berjalannya waktu, Saffa semakin pintar dan sudah lebih mengerti. Tidak mudah menangis ataupun datang tantrumnya. Sudah bisa disuruh untuk bantuin mamanya. Hanya satu yang kadang membuat aku gelengkan kepala, sering gemas sama adiknya, kalo datang jahilnya dia akan sengaja berteriak atau tertawa-tawa disebelah adiknya supaya adiknya bangun atau berhenti menyusu. Lucu tapi sekaligus kadang membuat aku kesal, karena sudah susah-susah menidurkan adiknya, eh.. malah dibangunkan lagi.. :-( gemes-gemes..


Tapi itulah anak-anak, kelakuannya tak pernah terduga. kadang bisa sangat manis sampai membuat terharu ataupun melihat tingkah polahnya yang lucu dan menggemaskan, tapi dilain sisi juga bisa membuat tanduk kita berdiri oleh kenakalan dan kejahilannya.
Semuanya kujalani dengan penuh syukur dan kunikmati hari-hari bersama anak-anak.
Begitu indah dan mengagumkan setiap moment yang dilalui. Misalnya, kemaren Saffa belum bisa memakai celananya sendiri setelah dari toilet, tapi sekarang sudah mulai belajar memakai celana sendiri, menyikat gigi sendiri, 'bak' dan 'bab' sendiri ke toilet dan setelahnya baru aku bersihkan setelah dia berteriak, "mama.. udaaah".

Dan yang membuat aku terkesan, saat aku sedang menyusui dede Filza, tiba-tiba Saffa ke toilet sendiri, 'bak' sendiri, mengguyur, membersihkan sendiri dan memakai celananya sendiri.
Subhanallah.. dia tidak mau mengganggu mamanya yang sedang menyusui dedenya. Aku hanya bisa mengamatinya dan terharu, ternyata putri kecilku sekarang sudah bisa mandiri.
Alhamdulillah.. itulah yang selalu menginspirasiku, belajar dari pembelajaran anak-anak.



Tetaplah menjadi permata hatiku dan belahan jiwaku, sayang..
Yang selalu memberi inspirasi dikala kebekuan melanda
Tetaplah bersinar dan memberikan cahaya
Agar senantiasa terbuka cakrawala hidupmu


Hiduplah dengan pijakan lurus
Hindari dari terjalnya karang
Hiduplah dengan cinta yang tulus
Tataplah masa depan yang cemerlang

11-06-09
Ely

Wednesday, December 10, 2008

harapan vs kenyataan

Udah lama ga ngeblog, kangen banget pengen cerita-cerita nih..
Secara kerjaan kantor lagi slow down di akhir tahun ini.

Oh ya, usia kandunganku udah memasuki 7 bulan dan sekarang gerakannya udah semakin kencang, juga responnya yang tiba-tiba bikin kaget kalo mendengar lagu, suara, ataupun bunyi-bunyian.
Alhamdulillah sang janin aktif banget, kondisinya baik dan sehat. Mudah-mudahan sehat terus sampai lahir ya, sayaang..

Tanggal 1 Dec, kemaren control rutin ke dokter dan sempet di usg. Intinya sih penasaran sama jenis kelamin sang bayi ini, apakah laki-laki atau perempuan lagi?
Aku sih ga terlalu masalah dengan jenis kelaminnya, mau perempuan lagi atau laki-laki, yang penting sehat jasmani dan rohaninya. Amin.
Tapi suamiku berharap banget kalo anak kedua ini pengennya laki-laki, katanya biar sepasang karena planning kami cukup dua anak saja.
Menjadikan keluarga kecil dan bahagia.. :-)

Dulu sebelum aku menikah dan punya anak, aku memang sudah cinta banget sama anak-anak, apalagi liat bayi-bayi mungil yang lucu dan menggemaskan.. ouww so sweet.. sampai-sampai aku berkhayal kalo suatu saat punya anak pengennya lebih dari dua. Entah tiga atau empat orang anak.

Setelah menikah dan saat hamil akupun antusias, anakku nanti seperti apa ya rupanya..? Perempuan atau laki-lakikah? Tapi feeling waktu anak pertama selalu laki-laki dan feeling suamiku justru perempuan. Nah dari awal kehamilanku yang kedua ini, feelingku selalu perempuan.

Entahlah punya anak perempuan atau laki-laki bagiku sama saja, tanggung jawabnya pun sama beratnya, agar bisa menjadikan anak-anak yang soleh dan solehah dan bisa menjaga amanah yang telah Allah berikan dengan sebaik-baiknya.

Pernah iseng-iseng aku kumpulkan foto-foto anak yang lucu-lucu dan berharap anakku kelak seperti yang mana ya…?

Kalo laki-laki, akan berambut keriting seperti ini




Atau berambut lurus seperti ini


Kalo perempuan, akan seperti ayuknya Saffa yang berambut ikal..



Atau berambut lurus seperti ini



He he jangan protes ya, kalo yang dipajang fotonya anak-anak bule, abis anak-anak ini memang cute banget, lucu dan menggemaskan..

Mudah-mudahan anak-anakku kelak juga tidak hanya bagus rupanya, tapi juga bagus akhlaknya. Amin.


Balik lagi ke soal harapan dan kenyataannya…
Beberapa temanku juga ada yang sedang hamil ataupun isrtrinya yang sedang hamil, mereka berharap anak pertama mereka perempuan, tapi ternyata setelah usg dinyatakan laki-laki. Yang berharap anak pertama laki-laki, ternyata dinyatakan perempuan.

Kita hanya bisa berharap tapi keputusan ada di tangan ‘Sang Pencipta’ kehidupan.
Harapan yang tidak sesuai dengan kenyataan adalah bukti bahwa Allahlah yang mengatur segalanya. Apa yang baik menurut kita belum tentu yang terbaik untuk kita bagi Allah.

Jadi kita hanya bisa berharap dan berdoa. Selebihnya hanya pasrah atas ketentuan yang akan Allah berikan yang terbaik untuk kita.


Keep hope and always pray my friends.. And Allah will guard you.


Ely
10-12-2008