Sunday, November 04, 2012
Belajar Istiqomah
Sudah sekian lama vakum nulis dan ngeblog, mulai terasa kangen dengan kegiatan ketik mengetik ini. Sebenarnya banyak yang ingin dishare, banyak yang ingin dibagi dari berbagai pengalaman yang aku alami beberapa bulan ini, tapi pada kenyataannya sering cuma terpikir dan akhirnya hilang berlalu begitu saja..
Duhh, begitu banyak waktu yang sering terbuang percuma, betapa banyak pekerjaan yang sering terbengkalai dengan penyakit malas ini. Mudah-mudahan di hari-hari berikutnya sifat malas ini dapat dibuang jauh-jauh. “Ya Allah.. Jauhkan kami dari sifat malas yang berbahaya ini. Semoga kami senantiasa diberi keistiqomahan dalam segala hal yang bersifat kebaikan dan bernilai ibadah. Aamiin.”
Bulan ramadhan baru saja berlalu dan sekarang masih memasuki bulan dzulhijjah, bulan yang seharusnya mempunyai peningkatan dalam hal ibadah, amal kebaikan maupun sosialisasi. Malu rasanya jika melihat catatan pencapaian target yang masih sering luput. “Astaghfirullah, permudahkanlah segala urusan kami, Ya Rabb..!”
Saat ini aku ingin sekali mempunyai target hafalan surat Al Qur’an untuk keluarga kami. Alhamdulillah nikmat yang telah Allah berikan berupa anak-anak yang insya Allah salihah kepada kami. Yang benar-benar mempunyai semangat dan energi untuk menerima segala peraturan yang kami buat dalam keluarga kami.
Contohnya Saffa, dibulan ramadhan kemaren berhasil menjalankan ibadah puasa full dari subuh sampai maghrib. Subhanallah, ada rasa haru sekaligus bahagia yang tak terkira, ketika menyaksikan anak yang baru belajar berpuasa, tetapi bisa menjalankan puasa dengan penuh semangat dan bertanggungjawab.
Saat ini kami sedang berusaha semaksimal mungkin, terutama untukku sendiri agar bisa konsisten menjalankan target ini dengan baik. Yaitu, menghafalkan surat Al Baqarah ayat per ayat bersama anak-anak. Saffa, Seilla dan si kecil Filza. Dan Alhamdulillah, sudah ada hasilnya. Mudah-mudahan bisa mencapai target yang diharapkan dan diberi keistiqomahan pada kami semua. Semoga Allah memberi kemudahan dan kelancaran untuk kami dalam menghafal Al Qur’an ini, Yaa Rabb.. Aamiin.
Saturday, February 04, 2012
Surat Untuk Buah Hati
Untuk anak-anakku Saffa dan Filza yang insya Allah shalihah.. Jadilah selalu kalian anak-anak yang manis, yang mandiri, penuh tanggung jawab, dan selalu disiplin. Manfaatkanlah waktu kalian untuk selalu bernilai ibadah. Jadilah kalian anak-anak sebagai penyejuk hati (qurrata ‘ayun) bagi orangtua. Maafkan mama yang belum sempurna mendidik dan merawat kalian. Kadang masih banyak kekhilafan yang dilakukan, tapi semua itu sungguh adalah bentuk cinta kasih orangtua kepada anak-anaknya. Karena kasih sayang mama dan papa tulus karena Allah. Semoga Allah senantiasa melindungi dan menjagamu selalu di jalan kebenaran, jalan menuju cahaya terang, jalan yang akan membawamu ke surgaNya kelak. Aamiin.. Aamiin.. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.
~~~~~~~~~~~

Sungguh tak pernah luput diri ini dari kekhilafan-kekhilafan dari hal kecil sampai yang mungkin agak keterlaluan menurutku sendiri yang tak terhindarkan dari mendidik dan merawat anak-anakku. Seringkali pada akhirnya kesabaran demi kesabaran yang tertahan kadang tumpah juga pada akhirnya. Suka menghadiri acara parenting maupun pengajian, tidak juga membuat kesabaran semakin menebal, namun sedikit demi sedikit bisa membentengi diri mana yang baik, mana yang tidak baik. Mana yang harus dilakukan, mana yang tidak boleh dilakukan, walaupun terkadang masih ada sikap yang ‘kebablasan’ yang pada akhirnya terjadi penyesalan. Tapi insya Allah selalu dibarengi dengan ‘istighfar’ dan permohonan maaf yang penuh dramatis :-)

Doakan aku yaa.. Agar selalu bijak dalam bersikap dan bertutur kata, penuh kesabaran dan keikhlasan. Mungkin itu juga doa setiap orang. Semoga aku selalu diberi bimbingan oleh Allah SWT, berfikir positif dari setiap kejadian dan berlapang dada pada segala permasalahan. Aamiin..
~~~~~~~~~~~

Sungguh tak pernah luput diri ini dari kekhilafan-kekhilafan dari hal kecil sampai yang mungkin agak keterlaluan menurutku sendiri yang tak terhindarkan dari mendidik dan merawat anak-anakku. Seringkali pada akhirnya kesabaran demi kesabaran yang tertahan kadang tumpah juga pada akhirnya. Suka menghadiri acara parenting maupun pengajian, tidak juga membuat kesabaran semakin menebal, namun sedikit demi sedikit bisa membentengi diri mana yang baik, mana yang tidak baik. Mana yang harus dilakukan, mana yang tidak boleh dilakukan, walaupun terkadang masih ada sikap yang ‘kebablasan’ yang pada akhirnya terjadi penyesalan. Tapi insya Allah selalu dibarengi dengan ‘istighfar’ dan permohonan maaf yang penuh dramatis :-)

Doakan aku yaa.. Agar selalu bijak dalam bersikap dan bertutur kata, penuh kesabaran dan keikhlasan. Mungkin itu juga doa setiap orang. Semoga aku selalu diberi bimbingan oleh Allah SWT, berfikir positif dari setiap kejadian dan berlapang dada pada segala permasalahan. Aamiin..
Tuesday, January 24, 2012
Nasihat Untuk Orang Tua..
Dapat tulisan dari seorang teman.. Yang isinya sangat menggugah untuk dipelajari dan diamalkan, aku re-post sebagai pengingatku dikala terselip khilaf atas sikapku terhadap anak-anak.
_____________________________________________________
Ayah, Ibu…..
Ketahuilah, menjadi orangtua terbaik untuk anak-anak kita
bukanlah berarti kita diharapkan menjadi orangtua 'malaikat'
yang tak boleh kecewa, sedih, capek, pusing menghadapi anak.
Perasaan-perasaan negatif pada anak itu wajar,
bagaimana menyalurkannya hingga tak sampai menyakiti anak
itu yang menjadi fokus perhatian.
Artinya, ayah ibu,
sebenarnya kita masih tetap boleh sedih, kecewa pada anak,
tetapi kita sama sekali tak berhak untuk melukai
dan menyakiti anak-anak kita.
Ketahuilah, melotot, mengancam, membentak
dapat membuat hati anak terluka.
Apalagi, mencubit dan memukul tubuhnya.
Tubuhnya bisa kesakitan,
tapi yang lebih sakit sebenarnya apa yang ada dalam tubuhnya.
Ayah, Ibu…..
Karena kita bukan orangtua malaikat,
maka yakinlah anak kita pun bukan anak malaikat
yang langsung terampil berbuat kebaikan.
Mereka tengah belajar ayah,
mereka masih berproses Ibu.
Seperti belajar bersepeda,
kadang mereka terjatuh,
kadang mereka mengerang kesakitan ketika terjatuh.
Demikian juga dengan perilaku anak-anak kita,
mereka bereksplorasi,
mereka berproses,
mereka mengayuh kehidupan
untuk meraih kebaikan
dan menjadi manusia yang berperilaku baik.
Ketika mereka terjatuh saat belajar berperilaku,
sebagian kita lalu memvonisnya sebagai anak nakal,
padahal sebenarnya mereka belum terampil berbuat kebaikan.
Jika Ayah Ibu membimbing kebelumterampilan perbuatan baik anak
dengan cara yang baik.
Insya Allah kebelumterampilan berbuat baik mereka
akan terus tergerus dari kehidupan mereka.
Tetapi Ayah, Ibu,
jika kita menghadapi ketidakterampilan ini
dengan tekanan, ancaman, bentakan, cubitan, pelototan,
mereka akan semakin terpuruk ke arah keburukan.
Ayah Ibu….
Yakinlah, ketika seorang anak emosinya kepanasan:
nangis, marah yang terekspresikan dalam bentuk
yang mungkin dapat membuat orangtua jengkel,
siramlah ia dengan kesejukan.
Menyiram kayu yang terbakar dengan minyak panas
hanya membuat ia makin terbakar.
Ayah, Ibu…..
Yakinilah, sifat-sifat negatif anak
hanyalah bagian 'eksplorasi' untuk mencari cahaya kehidupan.
jika kita memahaminya sebagai sebuah bagian proses kehidupan,
insya Allah anak-anak kita akan akan menebar cahaya untuk kehidupan.
Karena itu ayah, ibu…,
jika kadang amarah dengan kejahilian memperlakukan anak
mampir lagi dalam hidup kita,
kamus yang benar adalah 'inila uji ketulusan'
bukan kegagalan,
terus belajar tentang kehidupan,
bukan tak berhasil dalam kehidupan.
Belajar, memburu ilmu,
adalah ikhtiar yang kita tuju,
karena sebagian kita ketika menikah
tidak disiapkan jadi orangtua.
Jadi, ayah ibu,
mari kita terus belajar,
meskipun telah jadi orangtua: belajar….jadi orangtua.
Andaikan keluarga kita kuat,
insya Allah anak-anak kita memiliki ketahanan mental
terhadap lingkungan yang gawat.
(Ihsan baihaqi)
_____________________________________________________
Ayah, Ibu…..
Ketahuilah, menjadi orangtua terbaik untuk anak-anak kita
bukanlah berarti kita diharapkan menjadi orangtua 'malaikat'
yang tak boleh kecewa, sedih, capek, pusing menghadapi anak.
Perasaan-perasaan negatif pada anak itu wajar,
bagaimana menyalurkannya hingga tak sampai menyakiti anak
itu yang menjadi fokus perhatian.
Artinya, ayah ibu,
sebenarnya kita masih tetap boleh sedih, kecewa pada anak,
tetapi kita sama sekali tak berhak untuk melukai
dan menyakiti anak-anak kita.
Ketahuilah, melotot, mengancam, membentak
dapat membuat hati anak terluka.
Apalagi, mencubit dan memukul tubuhnya.
Tubuhnya bisa kesakitan,
tapi yang lebih sakit sebenarnya apa yang ada dalam tubuhnya.
Ayah, Ibu…..
Karena kita bukan orangtua malaikat,
maka yakinlah anak kita pun bukan anak malaikat
yang langsung terampil berbuat kebaikan.
Mereka tengah belajar ayah,
mereka masih berproses Ibu.
Seperti belajar bersepeda,
kadang mereka terjatuh,
kadang mereka mengerang kesakitan ketika terjatuh.
Demikian juga dengan perilaku anak-anak kita,
mereka bereksplorasi,
mereka berproses,
mereka mengayuh kehidupan
untuk meraih kebaikan
dan menjadi manusia yang berperilaku baik.
Ketika mereka terjatuh saat belajar berperilaku,
sebagian kita lalu memvonisnya sebagai anak nakal,
padahal sebenarnya mereka belum terampil berbuat kebaikan.
Jika Ayah Ibu membimbing kebelumterampilan perbuatan baik anak
dengan cara yang baik.
Insya Allah kebelumterampilan berbuat baik mereka
akan terus tergerus dari kehidupan mereka.
Tetapi Ayah, Ibu,
jika kita menghadapi ketidakterampilan ini
dengan tekanan, ancaman, bentakan, cubitan, pelototan,
mereka akan semakin terpuruk ke arah keburukan.
Ayah Ibu….
Yakinlah, ketika seorang anak emosinya kepanasan:
nangis, marah yang terekspresikan dalam bentuk
yang mungkin dapat membuat orangtua jengkel,
siramlah ia dengan kesejukan.
Menyiram kayu yang terbakar dengan minyak panas
hanya membuat ia makin terbakar.
Ayah, Ibu…..
Yakinilah, sifat-sifat negatif anak
hanyalah bagian 'eksplorasi' untuk mencari cahaya kehidupan.
jika kita memahaminya sebagai sebuah bagian proses kehidupan,
insya Allah anak-anak kita akan akan menebar cahaya untuk kehidupan.
Karena itu ayah, ibu…,
jika kadang amarah dengan kejahilian memperlakukan anak
mampir lagi dalam hidup kita,
kamus yang benar adalah 'inila uji ketulusan'
bukan kegagalan,
terus belajar tentang kehidupan,
bukan tak berhasil dalam kehidupan.
Belajar, memburu ilmu,
adalah ikhtiar yang kita tuju,
karena sebagian kita ketika menikah
tidak disiapkan jadi orangtua.
Jadi, ayah ibu,
mari kita terus belajar,
meskipun telah jadi orangtua: belajar….jadi orangtua.
Andaikan keluarga kita kuat,
insya Allah anak-anak kita memiliki ketahanan mental
terhadap lingkungan yang gawat.
(Ihsan baihaqi)
Wednesday, January 04, 2012
ROSES FOR MOM
Sekarang ini Saffa sedang antusias-antusiasnya belajar menggambar, menulis dan membaca. Alhamdulillah setelah memasuki TK B ini Saffa sudah mulai lancar membaca dan menulis. Hari-harinya tidak pernah terlewatkan untuk menuliskan sesuatu di white board yang sengaja digantung rendah, agar memudahkannya untuk menulis dan menggambar.
Aku juga mempersiapkan bermacam-macam lembar gambar untuk diwarnai, lembar belajar menulis huruf dan angka. Dari mulai huruf A sampai Z, disertai dengan gambar berdasarkan huruf abjad tersebut, begitu juga dengan angka.
Ada satu lembar yang bagian gambarnya terdapat beberapa bunga rose, judulnya ROSES FOR MOM. Sebenarnya pelajaran ini untuk memperingati mother’s day kemarin, tapi baru aku berikan pada Saffa untuk momen ‘resolusi pergantian tahun 2012 aja’ :-)
Jadi ada 7 tangakai bunga rose.. Setiap gambar bunga, ditengahnya dituliskan dengan ‘janji’ dari kesepakatan bersama, misalnya dituliskan: "Aku akan rajin belajar" atau "aku akan membereskan mainan", dsb. Lalu diwarnai dan diberikan pada mama. Jadi kalo Saffa mulai tidak tertib, akan ditunjukkan janji yang sudah dibuatnya :-)

Roses for Mom

Ada 7 'promise' Saffa
Ini beberapa janji yang Saffa buat:
• Aku akan membuang sampah pada tempatnya
• Aku akan bantu mencuci piring
• Aku akan nurut sama mama
• Aku akan sholat 5 waktu
• Setelah Maghrib aku akan belajar
• Aku akan membereskan mainan
• Aku tidak akan nonton yang jahat (khusus yang ini, karena banyak sinetron berperan antagonis)

Salah satu 'janji' Saffa
Yaah.. Sekalian belajar tertib, disiplin, komitmen, konsekuen dan bertanggungjawab atas apa yang dijanjikan. Let’s see.. Mudah-mudahan Saffa bisa menjalankan ‘janjinya dengan baik ya, nak. Insya Allah..
Good luck and Take care
Salah satu gambar Saffa

Asyiiknya mewarnai

Kartu dan puisi 'Hari Ibu 2011'

Gambar keluargaku
Aku juga mempersiapkan bermacam-macam lembar gambar untuk diwarnai, lembar belajar menulis huruf dan angka. Dari mulai huruf A sampai Z, disertai dengan gambar berdasarkan huruf abjad tersebut, begitu juga dengan angka.
Ada satu lembar yang bagian gambarnya terdapat beberapa bunga rose, judulnya ROSES FOR MOM. Sebenarnya pelajaran ini untuk memperingati mother’s day kemarin, tapi baru aku berikan pada Saffa untuk momen ‘resolusi pergantian tahun 2012 aja’ :-)
Jadi ada 7 tangakai bunga rose.. Setiap gambar bunga, ditengahnya dituliskan dengan ‘janji’ dari kesepakatan bersama, misalnya dituliskan: "Aku akan rajin belajar" atau "aku akan membereskan mainan", dsb. Lalu diwarnai dan diberikan pada mama. Jadi kalo Saffa mulai tidak tertib, akan ditunjukkan janji yang sudah dibuatnya :-)

Roses for Mom

Ada 7 'promise' Saffa
Ini beberapa janji yang Saffa buat:
• Aku akan membuang sampah pada tempatnya
• Aku akan bantu mencuci piring
• Aku akan nurut sama mama
• Aku akan sholat 5 waktu
• Setelah Maghrib aku akan belajar
• Aku akan membereskan mainan
• Aku tidak akan nonton yang jahat (khusus yang ini, karena banyak sinetron berperan antagonis)

Salah satu 'janji' Saffa
Yaah.. Sekalian belajar tertib, disiplin, komitmen, konsekuen dan bertanggungjawab atas apa yang dijanjikan. Let’s see.. Mudah-mudahan Saffa bisa menjalankan ‘janjinya dengan baik ya, nak. Insya Allah..
Good luck and Take care
Salah satu gambar Saffa

Asyiiknya mewarnai

Kartu dan puisi 'Hari Ibu 2011'

Gambar keluargaku
Monday, January 02, 2012
Pergantian Tahun
Alhamdulillah tahun 2011 sudah berganti menjadi tahun 2012, itu artinya kita masih diberi kesempatan untuk melewati pergantian tahun ini dengan sempurna. Tapi pertanyaannya sudahkah kita melewati waktu demi waktu, hari demi hari. Minggu demi minggu, bulan demi bulan ini dengan sempurna? Sudahkah kita memaksimalkan doa dan usaha kita untuk mengejar mimpi kita? Dan sudahkah ibadah kita mencapai target yang kita harapkan? Jika jawaban ya, pastilah sungguh beruntung. Tapi jika jawabannya tidak, masih ada ‘PR’ yang harus kita capai untuk target tahun depan.
Insya Allah untuk tahun kedepan kita bisa mencapai target yang sudah kita buat untuk memperbaiki hari-hari kemaren, waktu-waktu yang terbuang percuma, quality time bersama keluarga yang harus lebih banyak difokuskan, sambil bermain dan belajar. Pekerjaan-pekerjaan yang belum sempat dituntaskan, pembelajaran yang belum sempurna dijalankan, dan masih banyak lagi hal-hal yang harus diperbaiki untuk hari-hari kedepan.
Sedangkan hal-hal dan pencapaian yang telah dilalui di tahun 2011 adalah:
• Saffa sudah mulai bisa membaca dan menulis dengan lancar.
• Saffa dan Filza mulai menghafal doa dan surat pendek. (Harus lebih ditingkatkan hafalannya )
• Rutin mengikuti pengajian, khususnya untukku.
• Saffa sudah memasuki usia 5 tahun bln Oktober kemaren. Dan hadiahnya mengundang teman-teman TKnya untuk makan-makan di KFC, itupun tidak banyak yang diundang.

Bersama teman-temannya

Ibu-ibu TK Al-Biruni

Foto keluarga
Untuk sementara masih seputar kegiatan sekolah Saffa. Tapi insya Allah tahun depan masih banyak hal yang harus dicapai dan dipelajari bersama.
Semoga ditahun-tahun mendatang banyak hal dan target berupa amalan-amalan kebaikan yang selalu meningkat setiap waktu. Aamiin..
Selamat datang 2012, selamat tinggal 2011.
Insya Allah untuk tahun kedepan kita bisa mencapai target yang sudah kita buat untuk memperbaiki hari-hari kemaren, waktu-waktu yang terbuang percuma, quality time bersama keluarga yang harus lebih banyak difokuskan, sambil bermain dan belajar. Pekerjaan-pekerjaan yang belum sempat dituntaskan, pembelajaran yang belum sempurna dijalankan, dan masih banyak lagi hal-hal yang harus diperbaiki untuk hari-hari kedepan.
Sedangkan hal-hal dan pencapaian yang telah dilalui di tahun 2011 adalah:
• Saffa sudah mulai bisa membaca dan menulis dengan lancar.
• Saffa dan Filza mulai menghafal doa dan surat pendek. (Harus lebih ditingkatkan hafalannya )
• Rutin mengikuti pengajian, khususnya untukku.
• Saffa sudah memasuki usia 5 tahun bln Oktober kemaren. Dan hadiahnya mengundang teman-teman TKnya untuk makan-makan di KFC, itupun tidak banyak yang diundang.
Bersama teman-temannya
Ibu-ibu TK Al-Biruni
Foto keluarga
Untuk sementara masih seputar kegiatan sekolah Saffa. Tapi insya Allah tahun depan masih banyak hal yang harus dicapai dan dipelajari bersama.
Semoga ditahun-tahun mendatang banyak hal dan target berupa amalan-amalan kebaikan yang selalu meningkat setiap waktu. Aamiin..
Selamat datang 2012, selamat tinggal 2011.
Saturday, August 06, 2011
Nikmatnya Bulan Ramadhan
Alhamdulillah kita masih diberikan kenikmatan menjalani bulan Ramadhan di tahun ini. Di bulan yang penuh berkah, rahmat dan ampunan dari Allah SWT ‘sang penggenggam jiwa’. Dan Alhamdulillah juga ternyata ‘ghirah itu muncul lagi, ditengah kehampaan hati, ditengah kebimbangan jiwa, dan ditengah kesibukan rutinitas. Allah senantiasa menjaga dan melindungi kita, tidak dibiarkannya kita terpuruk dan terjelembab sendirian.
Mudah-mudahan Allah memudahkan tekadku untuk menjadikan bulan Ramadhan ini sebagai tolak ukur untuk menjadi pribadi yang lebih baik, menjalani ibadah lebih baik lagi, dan menjadikan segala sesuatunya bermanfaat dan bernilai ibadah dimata Allah SWT.
Ramadhan tahun ini juga aku mulai memperkenalkan puasa kepada anak-anakku tercinta, terutama pada Saffa. Karena usianya akan memasuki 5 tahun dan sudah TK B juga, maka sudah sewajarnya jika dia juga belajar berpuasa. Puasa yang dijalaninya masih setengah hari, karena juga Saffa belum benar-benar mengerti arti puasa yang sebenarnya. Karena kadang tiba-tiba dia mencolek makanan adiknya, atau bilang mau puasa sampai maghrib, tapi ternyata ditangannya sudah memegang makanan. He he dasar anak-anak.
Ramadhan kali ini juga adalah Ramadhan kedua sejak kepergian ayahandaku tercinta. Semoga arwah almarhum diterima Allah SWT, diterima iman dan islamnya. Aamiin. Doa kami selalu tercurah untukmu, ayah tercinta.
Semoga Ramadhan kali ini kita bisa menjalani ibadah yang lebih baik lagi, memaksimalkan waktu yang ada agar menjadi bermakna dalam hidup. Karena kita tidak pernah tau apakah tahun depan kita masih bisa berjumpa dengan bulan Ramadhan atau tidak. Semoga Allah selalu menjaga dan membimbing kita selalu. Aamiin.
By: Ely
06 Ramadhan 1432 H
Mudah-mudahan Allah memudahkan tekadku untuk menjadikan bulan Ramadhan ini sebagai tolak ukur untuk menjadi pribadi yang lebih baik, menjalani ibadah lebih baik lagi, dan menjadikan segala sesuatunya bermanfaat dan bernilai ibadah dimata Allah SWT.
Ramadhan tahun ini juga aku mulai memperkenalkan puasa kepada anak-anakku tercinta, terutama pada Saffa. Karena usianya akan memasuki 5 tahun dan sudah TK B juga, maka sudah sewajarnya jika dia juga belajar berpuasa. Puasa yang dijalaninya masih setengah hari, karena juga Saffa belum benar-benar mengerti arti puasa yang sebenarnya. Karena kadang tiba-tiba dia mencolek makanan adiknya, atau bilang mau puasa sampai maghrib, tapi ternyata ditangannya sudah memegang makanan. He he dasar anak-anak.
Ramadhan kali ini juga adalah Ramadhan kedua sejak kepergian ayahandaku tercinta. Semoga arwah almarhum diterima Allah SWT, diterima iman dan islamnya. Aamiin. Doa kami selalu tercurah untukmu, ayah tercinta.
Semoga Ramadhan kali ini kita bisa menjalani ibadah yang lebih baik lagi, memaksimalkan waktu yang ada agar menjadi bermakna dalam hidup. Karena kita tidak pernah tau apakah tahun depan kita masih bisa berjumpa dengan bulan Ramadhan atau tidak. Semoga Allah selalu menjaga dan membimbing kita selalu. Aamiin.
By: Ely
06 Ramadhan 1432 H
Friday, July 29, 2011
Foto Berduaa..
Friday, July 22, 2011
* Pisah Kamar *
Alhamdulillah akhirnya anak-anakku sudah berani tidur di kamarnya sendiri. Sudah punya kemauan atas pilihannya sendiri.
Khusus untuk Ayu Saffa sudah mulai bisa mandi sendiri, memakai bajunya sendiri, menyisir rambutnya sendiri (walaupun hasilnya belum sempurna) bisa memakai sepatu sendiri, terkadang juga suka bikin susu sendiri.
Lega rasanya diusianya sekarang hampir 5 tahun ini, Saffa sudah bisa mandiri. Mencoba dan berusaha ingin melakukan sesuatu sendiri tanpa dibantu :) .
Begitu juga dengan adiknya yang sudah 2 tahun 4 bulan, selalu ingin ikut-ikutan seperti ayunya, belajar makan sendiri, memakai sendal sendiri dan mengambil minum sendiri.
Anak-anak pinteeer.. I'm proud of you girls.

Sudah belajar mandiri, sekarang waktunya bobo di kamar sendiri ya, sayaang.
Tidur terlelap dan bermimpi indahlah, wahai putri.
Karena mentari esok selalu siap menyapa pagimu.
Mengiringi langkah kecilmu tuk meraih bahagia.
Karena kebahagiaanmu adalah kebahagiaanku juga.

By: Ely
19.30
Khusus untuk Ayu Saffa sudah mulai bisa mandi sendiri, memakai bajunya sendiri, menyisir rambutnya sendiri (walaupun hasilnya belum sempurna) bisa memakai sepatu sendiri, terkadang juga suka bikin susu sendiri.
Lega rasanya diusianya sekarang hampir 5 tahun ini, Saffa sudah bisa mandiri. Mencoba dan berusaha ingin melakukan sesuatu sendiri tanpa dibantu :) .
Begitu juga dengan adiknya yang sudah 2 tahun 4 bulan, selalu ingin ikut-ikutan seperti ayunya, belajar makan sendiri, memakai sendal sendiri dan mengambil minum sendiri.
Anak-anak pinteeer.. I'm proud of you girls.
Sudah belajar mandiri, sekarang waktunya bobo di kamar sendiri ya, sayaang.
Tidur terlelap dan bermimpi indahlah, wahai putri.
Karena mentari esok selalu siap menyapa pagimu.
Mengiringi langkah kecilmu tuk meraih bahagia.
Karena kebahagiaanmu adalah kebahagiaanku juga.
By: Ely
19.30
Thursday, July 21, 2011
*Spending My Time*
Betapa beratnya jika kita menjalani sesuatu tanpa diiringi dengan komitmen dan kesungguhan. Tapi ‘celakanya’ aku seringkali mengalami hal seperti itu. Ingin mencoba menekuni hal baru, diawali dengan niat sederhana dan rasa penasaran yang tinggi. Begitu dijalani dan ditengah jalan menemui kendala, pada akhirnya berujung mogok dan mentah lagi.
Sering juga membaca kisah-kisah inspiratif dari wanita-wanita yang membuat aku salut terhadap mereka. Perjuangannya, kesungguhannya, komitmennya, sampai pada proses menuju titik terang yaitu kesuksesan. Bagaimana cara dia memanfaatkan waktu, menjalani beberapa hal positif sekaligus, menyalurkan hobinya menjadi bisnis, mengamalkan ilmunya menjadi berguna untuk oranglain, menekuni usahanya dari nol sampai berhasil.
Semua itu dibutuhkan komitmen dan kesungguhan dalam menyikapi rasa malas, takut gagal, tak mampu bersaing, kurang informasi atau tidak cukup ilmu, takut salah bertindak, dll.
Aku sadari setiap tetes keringat dan setiap langkah yang kita tempuh jika dijalani dengan tulus dan ikhlas akan bermakna dihadapan Allah. Tanpa kita sadari juga perjuangan kita selama ini yang penuh liku, terseok bahkan terjatuh adalah bentuk kasih sayang Allah. Berbagai macam ujian, cobaan, tempaan akan mendidik kita menjadi pribadi yang lebih baik. Bahkan bukanlah tidak mungkin pada akhirnya kita akan mendapatkan hikmah dan hidayah dari Allah.
Semua masalah, ujian dan cobaan pasti akan berujung hikmah dibaliknya. Dan jika kita serahkan semua persoalan kepada Allah, pada akhirnya akan berbuah manis jika kita menjalaninya dengan sabar.
Berat memang dan sungguh berat jika cobaan itu yang menimpa kita. Sanggupkah kita menjalaninya? Bahkan kadangkala untuk membayanginya saja kita tidak sanggup. Tapi itulah hidup, harus dijalani dengan penuh rasa syukur dan bermanfaat. Tidak perlu silau atas keberhasilan dan kesuksesan orang lain. Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa menjalani dan hidup dalam proses itu sendiri.
Kadang aku sering menghibur diri dengan ‘mencoba’ berpikir positif dan ‘berusaha’ yakin, pasti ada jalan keluar yang terbaik, pasti nanti ada rezekinya, pasti nanti tercapai apa yang kita inginkan. Begitu seterusnya menunggu-nunggu kepastian itu, tapi apa bisa hanya dengan modal yakin dan menunggu saja? Kapan kepastian itu akan datang?
Aah.. kadang manusia memang banyak keinginan tanpa dibarengi dengan usaha yang keras, begitu juga aku seperti bercermin diri.
Ingin memulai tapi sering terbuai.
Ingin melangkah tapi takut berbuat salah.
Ingin berjaya tapi tak sanggup berkarya.
Ingin banyak uang tapi tak mampu berjuang.
Ingin jadi pengusaha tapi tak bisa berusaha.
Ingin berambisi tapi tak punya prestasi.
Ingin masuk surga tapi banyak tergoda.
By: Ely
22072011
Sering juga membaca kisah-kisah inspiratif dari wanita-wanita yang membuat aku salut terhadap mereka. Perjuangannya, kesungguhannya, komitmennya, sampai pada proses menuju titik terang yaitu kesuksesan. Bagaimana cara dia memanfaatkan waktu, menjalani beberapa hal positif sekaligus, menyalurkan hobinya menjadi bisnis, mengamalkan ilmunya menjadi berguna untuk oranglain, menekuni usahanya dari nol sampai berhasil.
Semua itu dibutuhkan komitmen dan kesungguhan dalam menyikapi rasa malas, takut gagal, tak mampu bersaing, kurang informasi atau tidak cukup ilmu, takut salah bertindak, dll.
Aku sadari setiap tetes keringat dan setiap langkah yang kita tempuh jika dijalani dengan tulus dan ikhlas akan bermakna dihadapan Allah. Tanpa kita sadari juga perjuangan kita selama ini yang penuh liku, terseok bahkan terjatuh adalah bentuk kasih sayang Allah. Berbagai macam ujian, cobaan, tempaan akan mendidik kita menjadi pribadi yang lebih baik. Bahkan bukanlah tidak mungkin pada akhirnya kita akan mendapatkan hikmah dan hidayah dari Allah.
Semua masalah, ujian dan cobaan pasti akan berujung hikmah dibaliknya. Dan jika kita serahkan semua persoalan kepada Allah, pada akhirnya akan berbuah manis jika kita menjalaninya dengan sabar.
Berat memang dan sungguh berat jika cobaan itu yang menimpa kita. Sanggupkah kita menjalaninya? Bahkan kadangkala untuk membayanginya saja kita tidak sanggup. Tapi itulah hidup, harus dijalani dengan penuh rasa syukur dan bermanfaat. Tidak perlu silau atas keberhasilan dan kesuksesan orang lain. Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa menjalani dan hidup dalam proses itu sendiri.
Kadang aku sering menghibur diri dengan ‘mencoba’ berpikir positif dan ‘berusaha’ yakin, pasti ada jalan keluar yang terbaik, pasti nanti ada rezekinya, pasti nanti tercapai apa yang kita inginkan. Begitu seterusnya menunggu-nunggu kepastian itu, tapi apa bisa hanya dengan modal yakin dan menunggu saja? Kapan kepastian itu akan datang?
Aah.. kadang manusia memang banyak keinginan tanpa dibarengi dengan usaha yang keras, begitu juga aku seperti bercermin diri.
Ingin memulai tapi sering terbuai.
Ingin melangkah tapi takut berbuat salah.
Ingin berjaya tapi tak sanggup berkarya.
Ingin banyak uang tapi tak mampu berjuang.
Ingin jadi pengusaha tapi tak bisa berusaha.
Ingin berambisi tapi tak punya prestasi.
Ingin masuk surga tapi banyak tergoda.
By: Ely
22072011
Monday, May 10, 2010
Mengenang Kepergian Ayahanda Tercinta
Seminggu lagi tanggal 15 Mei 2010 nanti memasuki hari ke 40 kepergian ayahandaku tercinta.
Tiada habisnya kenangan indah dan kebahagiaan yang terajut saat-saat bersama berkeliling dalam memoriku.
Tiada habis kata-kata yang terangkai untuk menceritakan pengorbanan dan perjuangan ayah dalam mendidik dan membesarkan kami anak-anaknya.
Ayah, tiada lain yang bisa kami sampaikan selain doa yang tulus terucap dari kami anak-anakmu.
Semoga semua amal ibadahmu, amal kebaikanmu, semua pengorbanan dan perjuanganmu untuk keluarga dalam mendidik anak-anakmu diterima oleh Allah SWT.
Semoga segala kesalahan, kehilafan dan kealpaan dalam ibadah diampuni oleh Allah SWT, karena sebagai manusia biasa, pastilah ada dosa dan kehilafan semasa hidup.
Semoga sakit semasa hidup adalah penggugur dosa, karena Allah masih menyayangi hambanya yang tertimpa derita sakit.
Semoga Allah memberikan rahmat dan ampunanNya, mengasihi dan menyayangi ayah sebagaimana kau menyayangi kami diwaktu kecil.
Amin ya Rabb.. Amin ya Rabbal alamin.
Maafkan kami ayah yang dari kecil hingga sekarang masih selalu menyusahkanmu semasa kau hidup, masih terkadang berbuat sesuatu yang tak kau sukai, dan masih suka membuat kau tidak berkenan semasa hidup.
Ampuni kami ya Allah.. sungguh, kami sangat menyayangi dan mencintai kedua orangtua kami, kami masih sangat membutuhkan keberadaan mereka disisi kami.
Tapi hanya Allah yang maha tahu yang terbaik untuk hambanya.
Mungkin kepergian inilah yang terbaik untuk ayahandaku.
Disaat penderitaan sakit yang tak kunjung sembuh, disaat penyakit stroke yang ke tiga kalinya dialami, disaat makanan dan minuman sudah tak mampu ditelan, disaat kata-kata sudah tak mampu diucapkan, hanya tatapan, genggaman tangan dan rangkulan halus yang bisa dilakukan jika ada orang didekatnya. Dan hanya tetesan airmata yang membasahi pipi. Sungguh semua itu masih tergambar jelas dalam pikiran dan ingatanku yang tak kan terlupakan seumur hidupku.
Semoga kau ridho dan ikhlas menjalani semuanya semasa hidup, ayahku. Sungguh Allah tidak akan memberikan cobaan diluar batas kesanggupannya.
Alhamdulillah, ayah masih sempat mendampingi dan mengiringi ketiga anaknya menuju gerbang pernikahan.
Alhamdulillah, ayah masih sempat menimang dan bermain bersama cucu-cucunya tercinta.
Dan alhamdulillah, ayah masih sempat menjalankan ibadah rukun islam yang terakhir, yaitu menunaikan ibadah haji.
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. 55: 61)
Sesungguhnya bila seseorang telah meninggal dunia, terputus untuknya pahala segala amal, kecuali dari tiga hal yang tetap kekal, yaitu:
Ilmu yang bermanfaat
Anak soleh yang senantiasa mendoakannya
(Hadist riwayat Imam Bukhari dan Muslim)
Insya Allah kami sebagai anak hanya bisa mendoakan di setiap sholat 5 waktu. Hanya itu yang dapat kami lakukan, semoga ayah mendapat tempat yang terbaik di sisi Allah SWT. Amin.
Selamat jalan ayah kami tercinta, semoga Allah selalu melindungimu dan melapangkan kuburmu. Menerangi kuburmu disaat gelap, menyejukkan kuburmu disaat panas, menghangatkan kuburmu disaat dingin, mengeringkan kuburmu disaat hujan dan senantiasa menjagamu setiap saat. Amin ya Robbal Alamin.
Tiada habisnya kenangan indah dan kebahagiaan yang terajut saat-saat bersama berkeliling dalam memoriku.
Tiada habis kata-kata yang terangkai untuk menceritakan pengorbanan dan perjuangan ayah dalam mendidik dan membesarkan kami anak-anaknya.
Ayah, tiada lain yang bisa kami sampaikan selain doa yang tulus terucap dari kami anak-anakmu.
Semoga semua amal ibadahmu, amal kebaikanmu, semua pengorbanan dan perjuanganmu untuk keluarga dalam mendidik anak-anakmu diterima oleh Allah SWT.
Semoga segala kesalahan, kehilafan dan kealpaan dalam ibadah diampuni oleh Allah SWT, karena sebagai manusia biasa, pastilah ada dosa dan kehilafan semasa hidup.
Semoga sakit semasa hidup adalah penggugur dosa, karena Allah masih menyayangi hambanya yang tertimpa derita sakit.
Semoga Allah memberikan rahmat dan ampunanNya, mengasihi dan menyayangi ayah sebagaimana kau menyayangi kami diwaktu kecil.
Amin ya Rabb.. Amin ya Rabbal alamin.
Maafkan kami ayah yang dari kecil hingga sekarang masih selalu menyusahkanmu semasa kau hidup, masih terkadang berbuat sesuatu yang tak kau sukai, dan masih suka membuat kau tidak berkenan semasa hidup.
Ampuni kami ya Allah.. sungguh, kami sangat menyayangi dan mencintai kedua orangtua kami, kami masih sangat membutuhkan keberadaan mereka disisi kami.
Tapi hanya Allah yang maha tahu yang terbaik untuk hambanya.
Mungkin kepergian inilah yang terbaik untuk ayahandaku.
Disaat penderitaan sakit yang tak kunjung sembuh, disaat penyakit stroke yang ke tiga kalinya dialami, disaat makanan dan minuman sudah tak mampu ditelan, disaat kata-kata sudah tak mampu diucapkan, hanya tatapan, genggaman tangan dan rangkulan halus yang bisa dilakukan jika ada orang didekatnya. Dan hanya tetesan airmata yang membasahi pipi. Sungguh semua itu masih tergambar jelas dalam pikiran dan ingatanku yang tak kan terlupakan seumur hidupku.
Alhamdulillah, ayah masih sempat mendampingi dan mengiringi ketiga anaknya menuju gerbang pernikahan.
Alhamdulillah, ayah masih sempat menimang dan bermain bersama cucu-cucunya tercinta.
Dan alhamdulillah, ayah masih sempat menjalankan ibadah rukun islam yang terakhir, yaitu menunaikan ibadah haji.
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. 55: 61)
Sesungguhnya bila seseorang telah meninggal dunia, terputus untuknya pahala segala amal, kecuali dari tiga hal yang tetap kekal, yaitu:
Sadaqoh jariyah
Ilmu yang bermanfaat
Anak soleh yang senantiasa mendoakannya
(Hadist riwayat Imam Bukhari dan Muslim)
Insya Allah kami sebagai anak hanya bisa mendoakan di setiap sholat 5 waktu. Hanya itu yang dapat kami lakukan, semoga ayah mendapat tempat yang terbaik di sisi Allah SWT. Amin.
Selamat jalan ayah kami tercinta, semoga Allah selalu melindungimu dan melapangkan kuburmu. Menerangi kuburmu disaat gelap, menyejukkan kuburmu disaat panas, menghangatkan kuburmu disaat dingin, mengeringkan kuburmu disaat hujan dan senantiasa menjagamu setiap saat. Amin ya Robbal Alamin.
Tsumma ilaa ruhi khushuushan Bapak Dian Wirman bin Sanardja, Al-faatihah.
DIAN WIRMAN BIN SANARDJA
Lahir: Cilacap, 04- September- 1947
Wafat: Jakarta, 05- April- 2010 (20 Rabi’ul akhir 1431H - Hari Senin pon, pukul 10.00 pagi)
Lahir: Cilacap, 04- September- 1947
Wafat: Jakarta, 05- April- 2010 (20 Rabi’ul akhir 1431H - Hari Senin pon, pukul 10.00 pagi)
Ely
10-05-2010
Saturday, March 06, 2010
Satu Tahun Usiamu, honey..
Selamat Ulang Tahun yang pertama dede Filza..
Semoga sehat selalu, mendapat rahmat dan lindungan Allah SWT. Menjadi anak yang solehah, cerdas, bertaqwa, dan berbakti kepada kedua orangtua. Amin..

Tanggal 03-03-2010 kemaren adalah ulang tahun yang pertama buat Dede Filza, sama seperti ulang tahun Ayunya, cukup bikin nasi kuning untuk dibagikan ke tetangga-tetangga, kue dan snack untuk anak-anak kecil teman main Saffa. Malemnya baru acara tiup lilin bareng keluarga.
Filza terlihat senang dan selalu tepuk tangan bila dinyanyikan lagu selamat ulang tahun. Selalu tersenyum lucu dan seperti biasa ga bisa diam untuk duduk manis. Makanya kalo dede Filza difoto hasil gambarnya selalu ‘blur’ karena bergerak terus. Karena saat ini Filza lagi senang-senangnya belajar jalan, selalu berdiri sekaligus naik jika ada kursi kecil yang bisa dijangkaunya. Aktifitasnya luar biasa, makanya badannya sering sekali keringatan, apalagi daerah rambut dan kepalanya.
Tapi untuk saat ini Filza benar-benar tak mau pisah dari aku.. ‘nempel terus kayak perangko’ sampai kadang aku benar-benar ga bisa ngapa-ngapain. Ditinggal sebentar.. nyariin, atau bahkan merengek nangis.. fiuhh, kadang gemas sekali.. ‘de de’.. kenapa sih honey..
Tapi mungkin pengaruh karena aku sudah tidak bekerja lagi.. full dirumah, jadi Filza tidak terbiasa jauh dari aku. Sampai kadang dengan Eyang bundanya juga tidak mau..
Mau ga mau tetap harus dinikmati dan disyukuri, Alhamdulillah anak-anak deket sekali dengan orangtuanya, daripada dekatnya dengan pembantu atau baby sitter. Masih memungkinkan jika dekat dengan neneknya, karena Saffa dulu dekat sekali dengan eyang bundanya karena waktu itu aku masih bekerja.
Semoga sehat selalu, mendapat rahmat dan lindungan Allah SWT. Menjadi anak yang solehah, cerdas, bertaqwa, dan berbakti kepada kedua orangtua. Amin..

Tanggal 03-03-2010 kemaren adalah ulang tahun yang pertama buat Dede Filza, sama seperti ulang tahun Ayunya, cukup bikin nasi kuning untuk dibagikan ke tetangga-tetangga, kue dan snack untuk anak-anak kecil teman main Saffa. Malemnya baru acara tiup lilin bareng keluarga.
Filza terlihat senang dan selalu tepuk tangan bila dinyanyikan lagu selamat ulang tahun. Selalu tersenyum lucu dan seperti biasa ga bisa diam untuk duduk manis. Makanya kalo dede Filza difoto hasil gambarnya selalu ‘blur’ karena bergerak terus. Karena saat ini Filza lagi senang-senangnya belajar jalan, selalu berdiri sekaligus naik jika ada kursi kecil yang bisa dijangkaunya. Aktifitasnya luar biasa, makanya badannya sering sekali keringatan, apalagi daerah rambut dan kepalanya.
Tapi untuk saat ini Filza benar-benar tak mau pisah dari aku.. ‘nempel terus kayak perangko’ sampai kadang aku benar-benar ga bisa ngapa-ngapain. Ditinggal sebentar.. nyariin, atau bahkan merengek nangis.. fiuhh, kadang gemas sekali.. ‘de de’.. kenapa sih honey..
Tapi mungkin pengaruh karena aku sudah tidak bekerja lagi.. full dirumah, jadi Filza tidak terbiasa jauh dari aku. Sampai kadang dengan Eyang bundanya juga tidak mau..
Mau ga mau tetap harus dinikmati dan disyukuri, Alhamdulillah anak-anak deket sekali dengan orangtuanya, daripada dekatnya dengan pembantu atau baby sitter. Masih memungkinkan jika dekat dengan neneknya, karena Saffa dulu dekat sekali dengan eyang bundanya karena waktu itu aku masih bekerja.
Sekarang dua-duanya lebih dekat denganku.
Semoga my little princess ku selalu sehat, cantik rupanya apalagi hatinya, bisa menjadi kebanggaan orangtuanya kelak, menjadi muslimah teladan dan berguna bagi agama dan bangsa. Amiin..
Monday, December 07, 2009
Tentang Filza
Filza.. bayi kecil mama..
Filza.. pelita kecilku.. belahan jiwaku..

Sekarang usia Filza sudah genap 9 bulan, sudah bisa duduk, jalan merangkak, bahkan sudah mulai belajar berdiri sendiri jika di dekatnya ada meja, kursi, pintu,dll.
Alhamdulillah perkembangannya juga seperti bayi pada umumnya, sudah mulai tumbuh gigi 2 buah di depan bagian bawah dan sepertinya akan mulai tumbuh gigi berikutnya, walaupun awal pertumbuhan giginya diikuti dengan panas badannya.
Pada tujuh hari setelah kelahirannya, Filza sempat diimunisasi Polio dan hep. B. Tapi setelahnya hingga hari ini, aku sudah tidak memberikan imunisasi lagi pada Filza. Bukan karena awam atau tidak tahu manfaat dari imunisasi tersebut. Tapi justru lebih pada dilema karena masih sangsi haramnya vaksin-vaksin imunisasi tersebut, karena menurut buku yang sempat aku baca semua vaksin masih diragukan kehalalannya.
Yah, jika membahas masalah imunisasi dan pengaruhnya harus ditulis dengan bab tersendiri kali yaa.. Insya Allah jika ada kesempatan.
Balik lagi mengenai Filza, untuk perkembangan bahasanya dari usia 5 bulanan dia sudah bisa mengucapkan “papa” untuk kata pertamanya dan kata berikutnya barulah “mamah” atau “mam”. Pernah saat dia menangis sedih tiba-tiba sambil mengucapkan kata “dedee… dedee” berulang-ulang. Sampai kita yang mendengarkan jadi lucu sendiri. “Kenapa.. nak, dede lagi sedih, pengen digendong ya…?”
Di usia 5 bulanan ini juga aku sudah memberikan makanan pendamping ASI dan susu tambahan, lebih cepat dari seharusnya. Karena alasan waktu itu adalah aku sedang menjalani puasa Ramadhan, soalnya aku khawatir kalo masih menyusui full nantinya aku jadi lemas menjalani puasanya. Jadi lebih baik aku perkenalkan MPASI nya dipercepat saja.
Di usia 7 bulan mulai belajar menggunakan baby walker seperti Saffa.

Usia 8 bulan mulai belajar duduk dan jalan merangkak perlahan-lahan.
Filza.. pelita kecilku.. belahan jiwaku..
Sekarang usia Filza sudah genap 9 bulan, sudah bisa duduk, jalan merangkak, bahkan sudah mulai belajar berdiri sendiri jika di dekatnya ada meja, kursi, pintu,dll.
Alhamdulillah perkembangannya juga seperti bayi pada umumnya, sudah mulai tumbuh gigi 2 buah di depan bagian bawah dan sepertinya akan mulai tumbuh gigi berikutnya, walaupun awal pertumbuhan giginya diikuti dengan panas badannya.
Pada tujuh hari setelah kelahirannya, Filza sempat diimunisasi Polio dan hep. B. Tapi setelahnya hingga hari ini, aku sudah tidak memberikan imunisasi lagi pada Filza. Bukan karena awam atau tidak tahu manfaat dari imunisasi tersebut. Tapi justru lebih pada dilema karena masih sangsi haramnya vaksin-vaksin imunisasi tersebut, karena menurut buku yang sempat aku baca semua vaksin masih diragukan kehalalannya.
Yah, jika membahas masalah imunisasi dan pengaruhnya harus ditulis dengan bab tersendiri kali yaa.. Insya Allah jika ada kesempatan.
Balik lagi mengenai Filza, untuk perkembangan bahasanya dari usia 5 bulanan dia sudah bisa mengucapkan “papa” untuk kata pertamanya dan kata berikutnya barulah “mamah” atau “mam”. Pernah saat dia menangis sedih tiba-tiba sambil mengucapkan kata “dedee… dedee” berulang-ulang. Sampai kita yang mendengarkan jadi lucu sendiri. “Kenapa.. nak, dede lagi sedih, pengen digendong ya…?”
Di usia 5 bulanan ini juga aku sudah memberikan makanan pendamping ASI dan susu tambahan, lebih cepat dari seharusnya. Karena alasan waktu itu adalah aku sedang menjalani puasa Ramadhan, soalnya aku khawatir kalo masih menyusui full nantinya aku jadi lemas menjalani puasanya. Jadi lebih baik aku perkenalkan MPASI nya dipercepat saja.
Di usia 6 bulanan, Filza terserang sakit cacar, tertular virus oleh ayu Saffanya yang lebih dulu kena. Sedih melihatnya, wajah putihnya harus penuh dengan bintik-bintik berair. Panas badannya tinggi sekali saat itu, setelah hari kedua barulah dibawa ke dokter dan diberi anti virus. Alhamdulillah setelah semingguan barulah benar-benar hilang, tapi papanya pun ikut tertular, karena belum pernah terkena cacar.
Filza sama seperti ayunya, bukanlah anak yang berbakat gemuk (maklum mama dan papanya juga berbadan slim alias langsing he he). Ingin melihat anak-anakku gemuk koq susah sekali ya.. Padahal berat lahir mereka tergolong besar, Saffa 3.6 kg dan Filza 3.45 kg. Apalagi setelah aktifitas Filza yang semakin lincah sekarang ini, malah membuatnya naik berat badannya susah.
Di usia 7 bulan mulai belajar menggunakan baby walker seperti Saffa.
Usia 8 bulan mulai belajar duduk dan jalan merangkak perlahan-lahan.
Dan sekarang usia 9 bulan mulai mengeksplor segalanya, dari mulai tengkurap bolak-balik, duduk, jalan merangkak, dan mulai berdiri sendiri. Walaupun masih takut-takut dan kadang terjelembab jatuh, tapi dia tidak berhenti untuk mencobanya. Good, anak mama yang pinter!

Dari segi wajah, kadang terlihat ada kemiripan. Banyak orang orang bilang,mirip ayunya waktu kecil. Tapi tidak sedikit juga bilang, wajahnya lain dari ayunya. Kalo Saffa bentuk wajahnya oval dan mungil, rambutnya lurus tapi ikal bagian bawah saja dan lebat dari usia 5 bulan, padahal baru dibotak habis usia 3 bulan. Sedangkan Filza bentuk wajahnya cenderung bulat, jidatnya lebih lebar, bermata bulat, tajam dan dalam, berambut ikal seluruhnya (seperti mamanya), dan berkulit lebih putih. Yang benar-benar berbeda adalah masalah rambut, Filza lama sekali pertumbuhan rambutnya, padahal dia dibotakin habis saat usia hampir 2 bulan. Tapi sampai saat ini masih terlihat rambutnya tipis. Kadang tidak sabar untuk menunggu rambutnya tumbuh.
Beberapa kali jatuh dari atas tempat tidur, sudah kurang lebih 5 kali jatuh. Duhh, kadang suka menyesal kalo sudah jatuh seperti itu. Maafkan mama ya, nak.. yang kadang lengah untuk menjaga.
Dari segi wajah, kadang terlihat ada kemiripan. Banyak orang orang bilang,mirip ayunya waktu kecil. Tapi tidak sedikit juga bilang, wajahnya lain dari ayunya. Kalo Saffa bentuk wajahnya oval dan mungil, rambutnya lurus tapi ikal bagian bawah saja dan lebat dari usia 5 bulan, padahal baru dibotak habis usia 3 bulan. Sedangkan Filza bentuk wajahnya cenderung bulat, jidatnya lebih lebar, bermata bulat, tajam dan dalam, berambut ikal seluruhnya (seperti mamanya), dan berkulit lebih putih. Yang benar-benar berbeda adalah masalah rambut, Filza lama sekali pertumbuhan rambutnya, padahal dia dibotakin habis saat usia hampir 2 bulan. Tapi sampai saat ini masih terlihat rambutnya tipis. Kadang tidak sabar untuk menunggu rambutnya tumbuh.
Subscribe to:
Posts (Atom)



